KOMUNITAS : Lebih Dari Sekadar Keinginan Hati

KOMUNITAS : Lebih Dari Sekadar Keinginan Hati

Yesaya 40:28-31; I Yohanes 1:5-7

Belum ada komentar 6 Views

Pernahkah Anda berjumpa dengan orang yang mempunyai harapan tetapi wajahnya muram, atau orang yang gembira yang kehilangan harapan? Namun, harapan tidak sama dengan keinginan hati, dan kegembiraan tidak sama dengan rasa senang. Keinginan atau kesenangan biasanya berkaitan dengan suatu hal atau suatu peristiwa. Kita ingin agar cuaca berubah dan perang berhenti. Kita ingin memeroleh pekerjaan yang lebih baik, gaji yang lebih besar atau penghargaan yang lebih tinggi. Kalau kita memeroleh yang kita inginkan, kita merasa senang. Namun harapan dan kegembiraan adalah anugerah-anugerah rohani, sebagai hasil dari upaya kita yang selalu menanti-nantikan Tuhan. Relasi yang akrab dengan Tuhan memampukan kita untuk tetap berharap pada Allah dan bergembira di hadirat-Nya, sekalipun keinginan-keinginan kita tidak terpenuhi dan kita tidak begitu senang dengan kenyataan hidup kita.

Bukankah saat-saat hidup yang paling menunjukkan pengharapan dan kegembiraan adalah justru saat-saat ketika kita mengalami beban emosional dan penderitaan fisik. Justru pada waktu kita mengalami ditolak dan atau ditinggalkan, kita “dipaksa” untuk berseru kepada Allah, “Engkaulah harapanku. Engkaulah sumber kegembiraanku.” Pada waktu dukungan-dukungan yang biasa tidak dapat lagi diandalkan, maka tempat yang paling dapat diharapkan adalah menantikan pertolongan yang empunya kehidupan ini.

Kehidupan dalam suatu komunitas yang didasarkan pada persekutuan dengan Tuhan seharusnya mengarahkan pengharapan dan kegembiraan bukan untuk keberhasilan pribadi atau untuk menerima sanjungan dari yang lain, melainkan untuk selalu bergandengan tangan hidup dalam terang Tuhan. Persekutuan yang didasarkan pada terang Tuhan ini akan mengubah kesulitan dan tantangan apapun untuk semakin hidup dalam pengharapan dan kegembiraan, sehingga iman percaya kita semakin bertumbuh di dalam Tuhan.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan