Ketika YESUS juga dibaptis…

Lukas 3:15-17, 21-22

Belum ada komentar 398 Views

Dalam fungsinya sebagai ‘pembuka jalan’ bagi Yesus, Yohanes membaptis banyak orang sebagai tanda pertobatan. Pertanyaannya lalu, mengapa Yesus sendiri memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Perlukah itu? Apakah gunanya? Dalam narasi Matius (3:13-17) Yohanes menolak melakukannya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

Ada 2 hal hakiki yang terjadi di sini.

  • Pertama, sebelum memulai karya-Nya, Yesus sengaja datang kepada Yohanes. Yohanes pada waktu itu sedang bersama dengan banyak orang yang mengakui dosa di hadapan Tuhan dan memberi diri dibaptis. Yohanes dan banyak orang itu adalah “persekutuan orang beriman”. Dan kepada persekutuan itulah Yesus datang dan memberi diri dibaptis. IA mengidentifikasikan diri-Nya dengan persekutuan orang beriman, untuk berkarya bagi dan di tengah mereka.
  • Kedua, pada saat Yesus dibaptis, sang Bapa menyapa-Nya, menyatakan bahwa Yesus adalah sang Putra. Tetapi juga sang Putra yang akan melaksanakan penugasan Bapa-Nya, sang Putra yang diperkenan-Nya. Dan untuk itu Roh Kudus akan menaungi-Nya, memampukan-Nya. Karena jalan panjang karya-Nya sebagai Mesias adalah jalan derita yang berujung pada salib.

Kita dibaptis dalam Dia, yang adalah sang Putra yang diperkenan sang Bapa, dan yang dinaungi kuasa Roh Kudus. Kita dibaptis agar kita mengikut Dia, menapaki jejak langkah-Nya dan menuruti teladan-Nya, diperkenan sang Bapa, serta dituntun oleh Roh.

Dalam baptisan itu kita pun dipanggil dan dibaptiskan ke dalam jemaat/gereja, ke dalam “persekutuan orang beriman”. Dibaptis = dimeteraikan ke dalam keselamatan, tetapi tidak sendirian, melainkan dalam communio, dalam persekutuan jemaat, yang adalah persekutuan orang percaya.

Maka mari kita, sebagai orang percaya dan sebagai jemaat-Nya, sungguh-sungguh menjadi bagian dari kesatuan Bapa, Anak dan Roh.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan