Ketika YESUS juga dibaptis…

Lukas 3:15-17, 21-22

Belum ada komentar 143 Views

Dalam fungsinya sebagai ‘pembuka jalan’ bagi Yesus, Yohanes membaptis banyak orang sebagai tanda pertobatan. Pertanyaannya lalu, mengapa Yesus sendiri memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Perlukah itu? Apakah gunanya? Dalam narasi Matius (3:13-17) Yohanes menolak melakukannya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

Ada 2 hal hakiki yang terjadi di sini.

  • Pertama, sebelum memulai karya-Nya, Yesus sengaja datang kepada Yohanes. Yohanes pada waktu itu sedang bersama dengan banyak orang yang mengakui dosa di hadapan Tuhan dan memberi diri dibaptis. Yohanes dan banyak orang itu adalah “persekutuan orang beriman”. Dan kepada persekutuan itulah Yesus datang dan memberi diri dibaptis. IA mengidentifikasikan diri-Nya dengan persekutuan orang beriman, untuk berkarya bagi dan di tengah mereka.
  • Kedua, pada saat Yesus dibaptis, sang Bapa menyapa-Nya, menyatakan bahwa Yesus adalah sang Putra. Tetapi juga sang Putra yang akan melaksanakan penugasan Bapa-Nya, sang Putra yang diperkenan-Nya. Dan untuk itu Roh Kudus akan menaungi-Nya, memampukan-Nya. Karena jalan panjang karya-Nya sebagai Mesias adalah jalan derita yang berujung pada salib.

Kita dibaptis dalam Dia, yang adalah sang Putra yang diperkenan sang Bapa, dan yang dinaungi kuasa Roh Kudus. Kita dibaptis agar kita mengikut Dia, menapaki jejak langkah-Nya dan menuruti teladan-Nya, diperkenan sang Bapa, serta dituntun oleh Roh.

Dalam baptisan itu kita pun dipanggil dan dibaptiskan ke dalam jemaat/gereja, ke dalam “persekutuan orang beriman”. Dibaptis = dimeteraikan ke dalam keselamatan, tetapi tidak sendirian, melainkan dalam communio, dalam persekutuan jemaat, yang adalah persekutuan orang percaya.

Maka mari kita, sebagai orang percaya dan sebagai jemaat-Nya, sungguh-sungguh menjadi bagian dari kesatuan Bapa, Anak dan Roh.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan