Ketika YESUS juga dibaptis…

Lukas 3:15-17, 21-22

Belum ada komentar 147 Views

Dalam fungsinya sebagai ‘pembuka jalan’ bagi Yesus, Yohanes membaptis banyak orang sebagai tanda pertobatan. Pertanyaannya lalu, mengapa Yesus sendiri memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Perlukah itu? Apakah gunanya? Dalam narasi Matius (3:13-17) Yohanes menolak melakukannya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

Ada 2 hal hakiki yang terjadi di sini.

  • Pertama, sebelum memulai karya-Nya, Yesus sengaja datang kepada Yohanes. Yohanes pada waktu itu sedang bersama dengan banyak orang yang mengakui dosa di hadapan Tuhan dan memberi diri dibaptis. Yohanes dan banyak orang itu adalah “persekutuan orang beriman”. Dan kepada persekutuan itulah Yesus datang dan memberi diri dibaptis. IA mengidentifikasikan diri-Nya dengan persekutuan orang beriman, untuk berkarya bagi dan di tengah mereka.
  • Kedua, pada saat Yesus dibaptis, sang Bapa menyapa-Nya, menyatakan bahwa Yesus adalah sang Putra. Tetapi juga sang Putra yang akan melaksanakan penugasan Bapa-Nya, sang Putra yang diperkenan-Nya. Dan untuk itu Roh Kudus akan menaungi-Nya, memampukan-Nya. Karena jalan panjang karya-Nya sebagai Mesias adalah jalan derita yang berujung pada salib.

Kita dibaptis dalam Dia, yang adalah sang Putra yang diperkenan sang Bapa, dan yang dinaungi kuasa Roh Kudus. Kita dibaptis agar kita mengikut Dia, menapaki jejak langkah-Nya dan menuruti teladan-Nya, diperkenan sang Bapa, serta dituntun oleh Roh.

Dalam baptisan itu kita pun dipanggil dan dibaptiskan ke dalam jemaat/gereja, ke dalam “persekutuan orang beriman”. Dibaptis = dimeteraikan ke dalam keselamatan, tetapi tidak sendirian, melainkan dalam communio, dalam persekutuan jemaat, yang adalah persekutuan orang percaya.

Maka mari kita, sebagai orang percaya dan sebagai jemaat-Nya, sungguh-sungguh menjadi bagian dari kesatuan Bapa, Anak dan Roh.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan