Keterbukaan, mengenal lebih dalam

Keterbukaan, mengenal lebih dalam

Belum ada komentar 17 Views

Pernahkah saudara merasa salah dimengerti oleh pihak lain? (pasangan, teman sepelayanan atau teman sekerja?) Tentu kita berada dalam situasi yang tidak mengenakkan jika orang lain salah mengerti atau bahkan curiga dengan motivasi, pikiran dan tindakan kita. Hal itu tidak terhidarkan ketika kita menjalin relasi. Itu bisa saja terjadi karena kita memiliki keterbatasan untuk mengenalnya lebih dalam. Atau bisa saja karena orang itu begitu tertutup sehingga kita mencoba untuk menduga-duga dan ternyata salah duga.

Pergumulan itulah yang kurang lebih sama dialami oleh Paulus dalam pelayanannya di jemaat Korintus. Surat 2 Korintus disebut juga dengan surat air mata karena di surat inilah Paulus mencurahkan isi hatinya atau perasaannya kepada jemaat Korintus. Mengapa Paulus melakukan hal itu? Dalam kenyataannya kehadiran Paulus di Korintus disalahmengerti dan dicurigai oleh beberapa pihak. Ketulusan dan kemurnian motivasi pelayanannya diragukan. Bahkan kunjungan Paulus ke Korintus justru semakin memperkeruh keadaan. Kewibawaannya sebagai seorang rasul dipertanyakan. Tentu melihat kondisi ini, Paulus sangat bersedih hati. Ia berusaha menunjukkan dan membuktikan motivasi dan dasar tindakan pelayanannya. Ia membuka diri agar tidak ada keraguan dalam jemaat tentang pelayanannya (ayat 13). Ia menegaskan bahwa pelayanannya bersumber dari firman Tuhan dan bukan kepentingan dan keinginan diri sendiri. Segala sesuatu yang ia lakukan bersumber dari rasa kasihnya (ayat 21-24). Paulus memilih langkah untuk membuka diri agar jemaat mengenal dan menyakini pelayanannya. Dengan demikian pelayanannya menjadi berkat dalam pertumbuhan jemaat.

Di dalam persekutuan ini perlulah kita membangun rasa aman dan rasa percaya. Rasa aman dan percaya inilah yang mendorong sikap terbuka. Dengan keterbukaan kita memiliki kesempatan untuk membangun relasi lebih mendalam. Seringkali kita merasa begitu kuatir dan ragu untuk membuka diri kepada sesama karena kita merasa tidak aman untuk itu. Pada kenyataannya tidak dapat disangkali bahwa terjadi peristiwa dimana informasi yang bersifat sangat pribadi menjadi konsumsi publik, yang kemudian membuat orang semakin menutup diri. Pengenalan yang lebih baik akan menolong kita untuk merespon orang lain dengan bijak dan juga menolong kita untuk menghadirkan pelayanan yang tepat sasaran dan tepat guna. Pelayanan yang bukan didasari selera dan keinginan kita tetapi justru karena kita mengetahui apa yang paling tepat untuk menolong, menghibur dan membangun kehidupan.

Selamat membangun persekutuan dengan saling mengenal lebih dalam.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan