Jangan Mengorbankan Anak, Jagalah Anak

Jangan Mengorbankan Anak, Jagalah Anak

Belum ada komentar 5 Views

Berbagai kontes dan lomba penyanyi anak bermunculan di banyak stasiun televisi, coba perhatikan suara yang muncul kerap kali sumbang dan mimik mereka kurang dapat menghayati tema lagu yang dilantunkan. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana karena mereka dipaksa harus membawakan syair lagu yang bertemakan cinta dan asmara sehingga memosisikan anak-anak dalam satu ruang yang penuh keterbatasan.

Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa. Seperti kisah William James Sidis, kecerdasan otaknya pada masa kanak-kanak menyebabkan dia segera dididik di Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.

“Early Childhood Training” yang melatih anak menjadi anak-anak yang super (Superkids) sangat digemari para orang tua dan pendidik. Akibat pengaruh tekanan dini pada anak di bidang akademis, menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Sebenarnya untuk kebanggaan atau kepentingan siapakah anak-anak menjadi “Superkids” ? Peristiwa yang sama terjadi pada diri Yakub yang mengorbankan anak-anaknya di garis terdepan untuk meluluhkan hati Esau yang sedang diliputi kemarahan.

Di kisah yang lain ternyata orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya, di saat mereka kecil hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD.

Mari kita jaga anak-anak kita agar mekar sesuai dengan waktunya dan biarlah Tuhan yang menolong membentuknya sebagai bejana yang indah sesuai dengan kehendakNya saja.

[TT]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Sangkal Diri
    Markus 8:31-38
    Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan diri. Pertahanan ini aktif ketika seseorang menghadapi keadaan yang mencemaskan atau berpotensi melukai dirinya....
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
Kegiatan