Jangan Mengorbankan Anak, Jagalah Anak

Jangan Mengorbankan Anak, Jagalah Anak

Belum ada komentar 6 Views

Berbagai kontes dan lomba penyanyi anak bermunculan di banyak stasiun televisi, coba perhatikan suara yang muncul kerap kali sumbang dan mimik mereka kurang dapat menghayati tema lagu yang dilantunkan. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana karena mereka dipaksa harus membawakan syair lagu yang bertemakan cinta dan asmara sehingga memosisikan anak-anak dalam satu ruang yang penuh keterbatasan.

Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa. Seperti kisah William James Sidis, kecerdasan otaknya pada masa kanak-kanak menyebabkan dia segera dididik di Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.

“Early Childhood Training” yang melatih anak menjadi anak-anak yang super (Superkids) sangat digemari para orang tua dan pendidik. Akibat pengaruh tekanan dini pada anak di bidang akademis, menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Sebenarnya untuk kebanggaan atau kepentingan siapakah anak-anak menjadi “Superkids” ? Peristiwa yang sama terjadi pada diri Yakub yang mengorbankan anak-anaknya di garis terdepan untuk meluluhkan hati Esau yang sedang diliputi kemarahan.

Di kisah yang lain ternyata orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya, di saat mereka kecil hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD.

Mari kita jaga anak-anak kita agar mekar sesuai dengan waktunya dan biarlah Tuhan yang menolong membentuknya sebagai bejana yang indah sesuai dengan kehendakNya saja.

[TT]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan