TUHAN

Itu TUHAN

Yohannes 21:1-19

Belum ada komentar 29 Views

Setelah belasan tahun berjumpa dengan ratusan katekisan, saya melihat ada beberapa kesamaan yang seringkali muncul di setiap angkatan katekisan. Pertama, sebagian dari mereka melakukan katekisasi karena disuruh oleh orangtua. Kedua, sebagian dari mereka hanya ikut-ikutan teman saja dalam melakukannya. Ketiga, sebagian dari mereka serius sekali mencatat dan memiliki kerinduan untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Pertanyaan yang selalu muncul dari benak saya, berapa banyak katekisan yang memiliki berbeda-beda motivasi itu berjumpa dengan Tuhan selama hidupnya baik pada waktu katekisasi maupun sesudah katekisasi?

Petrus mengalaminya. Saya membayangkan motivasi Petrus hanyalah satu: mencari nafkah buat keluarganya. Apalagi setelah ia menghadapi kenyataan bahwa Guru Besarnya telah mati disalib dan dikubur. HIdup harus berlanjut dengan bekerja lagi di profesi yang dia sudah kuasai selama ini, yaitu menjadi penjala ikan. Namun demikian, pagi ini usahanya sia-sia. Setelah semalaman ia mencari ikan, ia pulang dengan tangan hampa. Kekecewaan itu berubah, sejak ada seorang pria yang memandang mereka muda, dan seakan menunjukkan keahliannya dalam menjala ikan dengan menyuruh Petrus dan kalan-kawan yang sangat lelah itu, menyebar jala mereka kembali.

“Anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?”
Tebarkanlah jalamu di Sebelah kanan perahu!”

Tampaknya sebuah pertanyaan dan perintah yang biasa. Namun herannya cukup berkekuatan mendorong para nelayan senior itu untuk kembali ke tengah danau dan mencoba menyebarkan jala ke kanan. Entah ikut-ikutan atau hanya karena disuruh. Dan hasilnya? Wow… banyak sekali ikan yang mereka peroleh.

Dalam hidup ini, bukankah kita juga seringkali ikut-ikutan dan melakukan sesuatu karena terpaksa: disuruh seseorang yang kepada kita enggan melawan. Namun demikian, jika Tuhan yang menyuruh kita, hanya 1 tujuannya: “Ikutlah aku!”

Sudahkah kita ikut Tuhan sungguh-sungguh? Kuncinya: alami Tuhan sehingga kita juga mengalami seperti yang Petrus alami secara personal, “Itu Tuhan!”

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan