Iman yang tidak memandang muka

Amsal 22:1-9, 22-23; Mazmur 125; Yakobus 2:1-17; Markus 7:24-37

Belum ada komentar 189 Views

Pada saat saya memandang dan mengagumi sebuah lukisan, saya melihat setiap bentuk, warna yang berbeda disatukan dalam keindahan untuk menciptakan suatu karya seni. Tiap bentuk dan warna ada dalam kanvas yang sama, menciptakan sebuah karya, dan keindahannya dinikmati bersama. Demikianlah seharusnya hidup, ketika segala sesuatu yang berbeda mendapat tempatnya, mengambil peranan untuk menciptakan karya dalam sebuah harmoni dengan keriangan dan ketulusan. Hanya saja sering kali kita gagal mengusahakannya dengan cara demikian.

Penerimaan kita terhadap orang lain, terlebih pada mereka yang berbeda, menjadi sangat terbatas dan sangat sempit. Senyum, penghargaan, penghormatan hanya kita berikan kepada segelintir orang, entah karena mereka pejabat, kaya raya, satu suku, satu agama, satu pandangan dan lainnya. Dan selebihnya? Kita menjadi sangat acuh, bahkan tidak ragu-ragu menindas, mengabaikannya dan menutup hati. Dalam upaya kita membangun persekutuan kita membuka pintu kepada sekelompok orang dan di saat yang sama menutup pintu hati pada kelompok yang lain. Dengan demikian persekutuan bukan lagi menjadi persekutuan tapi hanya sekelompok perkumpulan yang terseleksi oleh selera hati dan pikiran kita.

Persekutuan tidak akan menjadi persekutuan ketika kita masih menolak yang lain. Persekutuan tidak dapat menjadi perayaan cinta kasih selama masih ada mereka yang disingkirkan. Yakobus mengajak kita untuk memperjuangkan persekutuan kasih dalam hidup bersama sebagai refleksi iman sebab bukankah itulah yang dilakukan Yesus pada saat Ia membentuk persekutuan dengan manusia? Ia hanya menerima dalam kasih-Nya tanpa batas.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memperjuangkan Keadilan
    Am. 5:6-7, 10-15 dan Mark. 10:17-31
    Pemulihan yang diharapkan datang dari Allah untuk umat Israel diberitakan dengan menyerukan perubahan sikap hidup. Amos mengkritisi perilaku tidak...
  • Memperjuangkan Kesetaraan
    Kej. 2:18-24 dan Mark. 10:2-16
    Karya penciptaan yang Allah kerjakan bagi dunia adalah karya penciptaan yang membangun relasi ketergantungan satu dengan yang lain. Ketergantungan...
  • Kerajaan Allah di bumi
    Sungguh, Kerajaan Allah Di Bumi Tak Kalah
    Bilangan 11:4-6, 10-16, 24-29; Mazmur 19:7-14; Yakobus 5:13-20; Markus 9:38-50
    “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita” (ay. 40) adalah prinsip dasar yang tampaknya perlu kita berlakukan...
  • Piramida Sungsang
    Piramida Sungsang
    Yeremia 11:18-20; Mazmur 54; Yakobus 3:13-4:3, 7-8; Markus 9:30-37
    “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” (ay. 33). Itu pertanyaan yang Yesus ajukan ke para murid. Kedua...
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
Kegiatan