IA Mengenal dan Memanggilmu

1 Sam. 3:1-10; Mzm. 139:1-6, 13-18; 1 Kor. 6:12-20; Yoh. 1:43-51

Belum ada komentar 167 Views

Pengenalan adalah sebuah proses. Dalam hidup pernikahan kita selalu belajar untuk mengenal pasangan kita seiring dengan perjalanan hidup rumah tangga kita. Setiap orang bertumbuh dan berkembang, itulah sebabnya pengenalan kita terhadap satu dan lainnya adalah sebuah proses yang terus berjalan dari hari ke hari dari tahun ke tahun. Pengenalan yang makin dalam kita lewati dari peristiwa demi peristiwa. Lalu bagaimana Allah mengenal kita, apakah Dia bisa salah dalam mengenal dan memercayakan kita akan sesuatu?

Kadangkala mungkin kita bertanya mengapa Allah memercayakan kita pada sebuah tanggung jawab tertentu. Kita merasa tidak mampu mengerjakannya terlebih ketika kita membandingkannya dengan kemampuan pihak lain lalu kita mulai berfikir bahwa Allah salah dalam memilih. Sesungguhnya Allah mengenal kita begitu baik. Jika Ia memercayakan kita pada sebuah tanggung jawab, itu bukanlah kesalahan betapa pun kita melihat segi kelemahan dan kekurangan kita karena Ia mengenal kita begitu baik, termasuk kelemahan dan kekuatan kita.

Allah mengutus kita pada sebuah tugas dan tanggungjawab dalam pengenalan-Nya pada kita dan sebaliknya agar kita pun semakin mengenal lebih dalam siapa Allah yang mengutus dan memercayai kita. Pengenalan kita akan terus bertumbuh seiring dengan ketekunan dan kesabaran kita diproses dalam tanggungjawab yang dipercayakan pada kita. Ia, Allah, yang mengutus dan sekaligus menolong dan memberkati kita sehingga dalam tugas perutusan ini kita dapat mengandalkan Dia sepenuhnya. Kita akan mengenal Dia lewat pengalaman kita diutus-Nya dan kita berproses terus di dalamnya untuk semakin menghayati kebaikan dan kuasa Allah yang mengenal dan memercayai kita

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan