IA Mendahului Kamu Ke Galilea

IA Mendahului Kamu Ke Galilea

Matius 28:1-10

Belum ada komentar 55 Views

Paska adalah sebuah perayaan kemenangan iman. Yesus yang mati, Yesus yang ditangisi, kini telah bangkit. Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Ia adalah Sang Mesias, yang memerdekakan kehidupan ini dari penindasan dosa. Kebangkitan-Nya menumbuhkan pengharapan dan semangat untuk melewati hari dengan sukacita.

Yesus yang bangkit itu ada di Galilea. Ia lebih dahulu (mendahului) hadir di Galilea. Apa yang penting dari Galilea sehingga Yesus mengutamakan hadir di sana? Begitu istimewakah Galilea sehingga Yesus perlu hadir di sana? Dalam penilaian manusia, Galilea tidak istimewa sama sekali. Galilea simbol dari daerah yang terbelakang, kurang pendidikan, miskin, adatnya kurang sopan dan kurang halus. Daerah yang pantas untuk diabaikan dan dilupakan karena tidak ada yang istimewa terjadi di sana. TETAPI Yesus yang bangkit itu hadir di sana. Yesus yang bangkit itu merayakan kemenangan-Nya bersama mereka yang kampungan, norak, miskin dan kurang berpendidikan. Yesus menghadirkan kuasa kebangkitan-Nya di antara mereka yang terabaikan, terpinggirkan dan terlupakan.

Yesus menanti para murid di Galilea. Inilah pesan penting dari kebangkitan-Nya, yaitu menunjukkan keberpihakan Yesus kepada kaum marginal. Yesus menekankan bahwa berita kemenangan-Nya adalah berita kemenangan bagi orang-orang lemah, miskin dan disepelekan seperti orang Galilea. Kebangkitan Yesus adalah kemenangan yang ditandai dengan rontoknya pembatas antar manusia, hadirnya sikap berbela rasa kepada mereka yang tertindas, menjadi saudara kepada mereka yang tidak berdaya. Yesus mengajak para murid hadir di Galilea maka Yesus pun mengajak kita semua untuk hadir di “Galilea”. Hadir bagi mereka yang lemah. Hadir bagi mereka yang tertindas. Hadir bagi mereka yang terlupakan. Hadir untuk membawa berita kemenangan dalam kuasa kebangkitan Yesus. Sebab Dia bangkit maka ada hari esok, semangat baru untuk merangkul masa depan dengan penuh harapan.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan