IA Mendahului Kamu Ke Galilea

IA Mendahului Kamu Ke Galilea

Matius 28:1-10

Belum ada komentar 83 Views

Paska adalah sebuah perayaan kemenangan iman. Yesus yang mati, Yesus yang ditangisi, kini telah bangkit. Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Ia adalah Sang Mesias, yang memerdekakan kehidupan ini dari penindasan dosa. Kebangkitan-Nya menumbuhkan pengharapan dan semangat untuk melewati hari dengan sukacita.

Yesus yang bangkit itu ada di Galilea. Ia lebih dahulu (mendahului) hadir di Galilea. Apa yang penting dari Galilea sehingga Yesus mengutamakan hadir di sana? Begitu istimewakah Galilea sehingga Yesus perlu hadir di sana? Dalam penilaian manusia, Galilea tidak istimewa sama sekali. Galilea simbol dari daerah yang terbelakang, kurang pendidikan, miskin, adatnya kurang sopan dan kurang halus. Daerah yang pantas untuk diabaikan dan dilupakan karena tidak ada yang istimewa terjadi di sana. TETAPI Yesus yang bangkit itu hadir di sana. Yesus yang bangkit itu merayakan kemenangan-Nya bersama mereka yang kampungan, norak, miskin dan kurang berpendidikan. Yesus menghadirkan kuasa kebangkitan-Nya di antara mereka yang terabaikan, terpinggirkan dan terlupakan.

Yesus menanti para murid di Galilea. Inilah pesan penting dari kebangkitan-Nya, yaitu menunjukkan keberpihakan Yesus kepada kaum marginal. Yesus menekankan bahwa berita kemenangan-Nya adalah berita kemenangan bagi orang-orang lemah, miskin dan disepelekan seperti orang Galilea. Kebangkitan Yesus adalah kemenangan yang ditandai dengan rontoknya pembatas antar manusia, hadirnya sikap berbela rasa kepada mereka yang tertindas, menjadi saudara kepada mereka yang tidak berdaya. Yesus mengajak para murid hadir di Galilea maka Yesus pun mengajak kita semua untuk hadir di “Galilea”. Hadir bagi mereka yang lemah. Hadir bagi mereka yang tertindas. Hadir bagi mereka yang terlupakan. Hadir untuk membawa berita kemenangan dalam kuasa kebangkitan Yesus. Sebab Dia bangkit maka ada hari esok, semangat baru untuk merangkul masa depan dengan penuh harapan.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan