Hidup yang Memulihkan

Hidup yang Memulihkan

Belum ada komentar 17 Views

Kematian selain menghadirkan kesedihan seringkali juga menghancurkan kehidupan. Ada banyak rencana bisa gagal, ada banyak harapan jadi pupus, karena orang yang kita kasihi di jemput oleh kematian. Apalagi bila secara ekonomi maupun mental, kita cukup bergantung pada orang yang meninggal. Itulah yang dialami oleh Maria dan Marta. Mereka sangat sedih dengan terjadinya peristiwa kematian Lazarus. Hidup mereka hancur.

Karena itu, tindakan Yesus yang membangkitkan Lazarus, bukan hanya menjadi simbol kebangkitan orang mati di masa depan, namun sekaligus juga menjadi simbol pemulihan kehidupan. Hidup yang hancur dipulihkan, harapan yang hilang dikembalikan, semangat yang runtuh dikuatkan dan tentu saja, kesedihan diubah menjadi kegembiraan.

Kembali sebuah teladan Yesus berikan melalui hidup dan tindakan-Nya. Ia hadir untuk memulihkan kehidupan bukan untuk menghancurkannya. Bahkan melalui kematian-Nya, Ia memulihkan kehidupan kita semua. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kata-kata kita dan tindakan kita memulihkan kehidupan sesama atau malahan menghancurkannya?

Mari kembali belajar menjaga kata dan laku, agar hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Mari belajar untuk memulihkan kehidupan dan bukan menghancurkannya. Ada banyak orang di sekitar kita yang hidupnya sudah hancur. Bahkan mungkin itu juga orang-orang terdekat kita, keluarga kita, pasangan hidup kita, anak-anak kita.

Berikanlah hidupmu, hadirlah untuk mereka dan pulihkan kehidupan mereka!

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan