Hati Yang Terbangun

Hati Yang Terbangun

Belum ada komentar 12 Views

Ada berbagai macam ‘ritual’ bangun pagi. Tiap orang punya ‘ritual’nya masing-masing. Meskipun ritualnya bermacam-macam, ada satu hal yang pasti. Setiap orang pasti menanggalkan pakaian tidurnya dan menggantinya dengan pakaian kerja atau pakaian harian untuk dia pakai selama hari siang.

Berangkat dari pemahaman semacam itulah, Paulus kemudian berbicara kepada jemaat Roma tentang ‘kedatangan Tuhan’. Keselamatan sudah makin dekat. Fajar sudah hampir terbit. Saatnya bangun! Kita memang tidak tahu kapan Tuhan datang, tetapi logika linear kita mengatakan bahwa setiap tahun pasti makin dekat. Kedatangan Tuhan ini harus kita sambut dengan menanggalkan perbuatan kegelapan dan mengenakan senjata terang.

Apa yang Paulus nasihatkan ini menjadi menarik ketika kita kaitkan dengan masa raya adven yang hari ini kita masuki. Adven mengarahkan kita untuk menyambut Kristus yang akan datang, sekaligus menyambut Natal, di mana kita akan merayakan Kristus yang datang dalam wujud bayi kecil di palungan.

Mari menyambut Yesus bukan dengan kemewahan tetapi dengan ‘hati yang terbangun’. Mari menanggalkan perbuatan kegelapan yang mungkin sudah kita lakukan setahun ini dan kembali membaharui diri dalam tobat yang konkrit dengan mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

Semoga hidup Kristus senantiasa mewujud dalam hidup kita. Semoga kasih Kristus terpancar melalui segala perilaku kita pada sesama. Selamat memasuki masa raya adven, saatnya bangun!

[RDj]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
  • persekutuan
    Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan
    Yohanes 17:20-26
    Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana...
  • ketaatan
    Iman dan Ketaatan yang Teruji
    Yohanes 14: 23-29
    “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatah. “Tak sayang, maka tak mungkin percaya dan menjalin relasi” demikian logikanya....
  • baru
  • Kemenangan Kristus
    Merayakan Kemenangan Kristus
    Wahyu 7:9-17
    Cara manusia menangkap kehadiran dan kuasa Tuhan sangat beragam. Ada yang menangkap hadirnya Tuhan melalui alam, melalui pengalaman saling...
Kegiatan