gereja indonesia

“GKI adalah Gereja Indonesia bukan Gereja di Indonesia!”

Belum ada komentar 116 Views

Tidak banyak anggota GKI yang menyadari bahwa GKI dalam keadaannya saat ini, berawal dari tiga Gereja Tionghoa (Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee) di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan ketiganya, sebagaimana sebagian besar gereja di Indonesia, dapat dikatakan adalah “anak-anak” dari gereja-gereja reformatoris (Calvinis) di Belanda.

Tahun 1950, ketiga Gereja Tionghoa itu sepakat untuk berganti nama menjadi Gereja Kristen Indonesia. Hal itu mereka lakukan bukan sekadar hendak menjadi gereja yang “berwarna” Indonesia, tetapi dalam semangat “Sumpah Pemuda” (1948). Sumpah yang diinspirasikan oleh kelahiran Budi Utomo, sebagai hari kebangkitan nasional Indonesia (20 Mei 1908), yang melahirkan semangat untuk merdeka sebagai bangsa.

Dengan memakai nama Gereja Kristen Indonesia, bukan Gereja Kristen di Indonesia, GKI kiranya menyadari bahwa ia bukanlah gereja Belanda atau Tionghoa, yang berada di Indonesia, atau yang sekadar di-Indonesiakan. Gereja yang hanya memakai bahasa Indonesia, tetapi tidak pernah “mendarat” di bumi Indonesia. GKI sebagai gereja Indonesia, mestinya merupakan bagian dari segenap dinamika pergumulan serta pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Secara teologis, mestinya GKI menyadari bahwa bukan kebetulan ia lahir di Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah bangsa ini, serta yang dipanggil mewujudkan tugas-panggilannya sebagai tubuh Kristus.

Oleh karena itu, GKI di usia 28 tahun ini, mesti terus melanjutkan serta mengembangkan semangat ke-Indonesiaan tahun 1950 itu. Agar GKI sungguh-sungguh membumi di tempat TUHAN memanggil dan menghimpunkan kita sebagai gereja-Nya, Indonesia. Maka, tidak bisa tidak, GKI mesti terus bertanya kepada diri sendiri, apa yang mesti dilakukannya dalam konteks Indonesia yang khas ini. Konteks yang ditentukan oleh pluralitas etnis dan agama, oleh ketidakmerataan ekonomi yang menyebabkan kemiskinan sistemik, oleh ketidakpastian hukum, oleh perusakan lingkungan demi kepentingan-kepentingan tertentu, dan banyak lagi.

Dirgahayu Gereja Kristen Indonesia!

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan