Engkau membuat keajaiban-keajaiban

Mazmur 86 :1-10, 16-17

1 Komentar 94 Views

Seorang pernah bertanya kepada saya, “Berapa jumlah jemaat GKI Pondok Indah?” Belum sempat saya menjawab karena saya sedang berpikir untuk menjawab, orang lain yang ikut mendengar menjawab,” jemaatnya banyak…bahkan ribuan, sebanyak masalah-masalah yang ada di dalamnya.”

Gereja mana yang tak ada masalah? Masalah-masalah yang terdapat di dalam gereja menandakan gereja itu hidup.

Pemazmur dalam pergumulan, berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan. Lewat kata-kata yang diungkapkan nyata siapa dirinya. Pemazmur adalah seorang percaya, yang hidup bergantung pada Tuhan. Ia merasa miskin dan hina bukan ketiadaan materi, tetapi miskin dan hina tanpa hubungan yang intens dengan Tuhan. Apalagi Tuhan yang dikenal memiliki karakter yang penuh belas kasihan, Allah yang baik dan suka mengampuni, Allah yang berlimpah kasih setia dan melakukan keajaiban. Apa maksudnya, Allah membuat keajaiban, seperti tema minggu ini? Allah melakukan sesuatu melampaui apa yang dipikirkan manusia.

30 tahun sudah, Tuhan telah membuat keajaiban-kejaiban bagi kita di GKI PI. Bermula dari sekitar 20 anggota jemaat di tahun 1984 hingga sekarang sekitar empat ribuan anggota jemaat. Masih banyak lagi perbuatan ajaib yang telah Tuhan lakukan bagi kita, lalu apa yang mau kita ungkapkan dalam doa syukur hari ini ?

Seperti Daud berdoa dalam mazmur 86 :1
“Sendengkanlah telinga-Mu ya Tuhan dan jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.” Doa dan sekaligus pengakuan umat: ”Tanpa Allah gereja tiada berarti apa-apa di tengah dunia”. Tuhan, tolonglah…, tanpa Dikau semua binasa kelak, ya Tuhan tolonglah…(NKB 111).

Selamat ulang tahun, GKI PI Tuhan memberkhati.

1 Comment

  1. bibit sudibyo

    SELAMAT ULANG TAHUN GKI PI !! , yang pertama kami ucapkan / tulis disini.
    Di umur (waktu) yang sudah dewasa ini, apakah kedewasaan spiritualitas jemaat (secara umum ataupun individu) juga bertumbuh dan dengan benar/ tepat sesuai dengan umur waktu (30 thn)?? Benarkah bahwa kedewasaan spiritualitas / rohani tidak bisa dan atau tidak layak dinilai ? Bukankah di ALKITAB ada istilah / ayat yang berbunyi : “…..kamu masih memerlukan susu, bukan makanan yang keras ….”, yang bisa diartikan ada BAYI ROHANI dan DEWASA ROHANI atau ada pertumbuhan dari yang spiritualitasnya masih bayi, dan lalu tumbuh ke dewasa rohani?? Itu oleh PAULUS ditujukan pada jemaat zaman beliau, lalu bagaimana dengan gereja/ jemaat kita GKI PI? Cukup puaskah kita dengan kehidupan spiritualitas jemaat yg sekarang ini ?? atau ……………………..
    Terima kasih atas kesempatan berkomunikasi dan berinteraksi di ULTAH kita saat ini, disini.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan