Dituntun Oleh Gembala Agung

Mazmur 23

Belum ada komentar 106 Views

Mazmur 23 adalah bukan hanya mazmur yang amat menyentuh kita, tetapi juga mazmur favorit dunia, bagi orang Yahudi, Ortodoks, Katolik, Protestan, Pentakostal, Injili. Mazmur yang dibaca, dinyanyikan, direnungkan dan dikhotbahkan dalam hampir semua peristiwa imani, baik perkawinan mau pun kedukaan. Karena memang isi pembelajarannya amat menyejukkan hati semua orang percaya.

Pertama, selama kita jalani hidup kita bersama sang Gembala Agung, maka sebagai domba-Nya kita niscaya akan mengalami sukacita, kepuasan dan ketentraman yang mendalam.

Kedua, hidup ini bukanlah selalu padang yang berumput hijau dengan air tenang di tepiannya. Sebaliknya ia kerap adalah perjalanan yang berat dan sulit, bahkan mesti melewati lembah kekelaman. Tetapi sang Gembala Agung berkenan untuk senantiasa berjalan bersama kita, domba-domba-Nya. Bersama-Nya, apa pun yang terjadi, kita aman, dalam kebajikan dan kemurahan.

Ketiga, ketika kelak hidup ini akan berakhir, sang Gembala Agung akan tetap menyertai kita. Bahkan kita akan tinggal di rumah-Nya, sepanjang masa.

Wahai domba-domba-Nya, pegang selalu tangan sang Gembala Agung. Ia berkenan menuntun kita. Jangan lepaskan sedetik pun…

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan