menjadi terang

Dipanggil Menjadi Terang

Yesaya 42:6

Belum ada komentar 176 Views

Yesaya 42:6 menegaskan panggilan Allah bagi Israel, yang tentu juga berlaku bagi gereja, “Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.” Undangan untuk menjadi terang ini paralel dengan Yesaya 49:6, “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Ada beberapa catatan reflektif yang menarik untuk kita renungkan.

Pertama, undangan menjadi terang ini sekaligus mengkritik kecenderungan Israel yang sekadar menjadi hamba Allah. Menjadi hamba sangatlah nyaman dan menyenangkan. Tanpa risiko. Tanpa perlu keluar dari zona nyaman. Kedua, undangan menjadi terang bagi bangsa-bangsa tidak memberi privilege khusus bagi Israel, seolah-olah hanya melalui Israellah terang ilahi itu diterima oleh bangsa-bangsa. Allah memakai Israel sebagai pembawa terang, sama seperti Ia dengan keleluasaan ilahi-Nya dapat memakai bangsa lain untuk membawa terang juga. Ketiga, undangan ini diberikan kepada Israel yang tengah terpuruk kehidupannya. Mereka bagaikan “buluh yang patah terkulai” dan “sumbu yang pudar nyalanya” (49:3). Kita tetap dapat menjadi terang dalam kondisi yang tak ideal. Keempat, kita harus memahami bahwa terang itu bukanlah milik kita. Allahlah Sang Terang sejati. Karena itulah nabi Yesaya menubuatkan kehadiran Sang Terang di dalam Yesus Kristus, di dalam Yesaya 9:2, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.”

Renungkanlah keempat pokok reflektif di atas. Kemudian, hayatilah bagaimana Anda dapat menerapkannya dalam kehidupan Anda setiap hari. Saya ingin merangkum keempat pokok reflektif di atas ke dalam empat sikap yang harus kita miliki: Mengambil risiko di luar kenyamanan, kerendahhatian bukan sebagai yang terpenting, menjadi terang dalam keterpurukan hidup, menampilkan Kristus Sang Terang Sejati. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan