menjadi terang

Dipanggil Menjadi Terang

Yesaya 42:6

Belum ada komentar 339 Views

Yesaya 42:6 menegaskan panggilan Allah bagi Israel, yang tentu juga berlaku bagi gereja, “Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.” Undangan untuk menjadi terang ini paralel dengan Yesaya 49:6, “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Ada beberapa catatan reflektif yang menarik untuk kita renungkan.

Pertama, undangan menjadi terang ini sekaligus mengkritik kecenderungan Israel yang sekadar menjadi hamba Allah. Menjadi hamba sangatlah nyaman dan menyenangkan. Tanpa risiko. Tanpa perlu keluar dari zona nyaman. Kedua, undangan menjadi terang bagi bangsa-bangsa tidak memberi privilege khusus bagi Israel, seolah-olah hanya melalui Israellah terang ilahi itu diterima oleh bangsa-bangsa. Allah memakai Israel sebagai pembawa terang, sama seperti Ia dengan keleluasaan ilahi-Nya dapat memakai bangsa lain untuk membawa terang juga. Ketiga, undangan ini diberikan kepada Israel yang tengah terpuruk kehidupannya. Mereka bagaikan “buluh yang patah terkulai” dan “sumbu yang pudar nyalanya” (49:3). Kita tetap dapat menjadi terang dalam kondisi yang tak ideal. Keempat, kita harus memahami bahwa terang itu bukanlah milik kita. Allahlah Sang Terang sejati. Karena itulah nabi Yesaya menubuatkan kehadiran Sang Terang di dalam Yesus Kristus, di dalam Yesaya 9:2, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.”

Renungkanlah keempat pokok reflektif di atas. Kemudian, hayatilah bagaimana Anda dapat menerapkannya dalam kehidupan Anda setiap hari. Saya ingin merangkum keempat pokok reflektif di atas ke dalam empat sikap yang harus kita miliki: Mengambil risiko di luar kenyamanan, kerendahhatian bukan sebagai yang terpenting, menjadi terang dalam keterpurukan hidup, menampilkan Kristus Sang Terang Sejati. Amin.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dengarkanlah
    DENGARKANLAH DIA dan IA MEMBIMBINGMU
    Yes. 55:1-9; Mzm. 63:2-9; 1Kor. 10:1-13; Luk. 13:1-9
    Mendengarkan adalah tindakan yang membutuhkan perhatian untuk membuka diri memahami apa yang dimaksud. Tindakan ini tidak mudah. Pertama-tama kita...
  • dalam
    MENANTI dalam PERCAYA
    Lukas 13: 31 - 35
    Kapan pertolongan itu datang? Ini pertanyaan yang sulit dijawab karena kita tidak berkuasa atas waktu. Kapan semua ini akan...
  • AKU BERSERU, dan IA BERTINDAK
    Ul. 26:1-11; Mzm. 91:1-2, 9-16; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13
    Ini adalah Minggu Pra Paska kita yang pertama dari rangkaian Paska yang panjang, diawali di Rabu Abu dan berakhir...
  • Saatnya Membuka Kerudung
    Keluaran 34:29-35
    Minggu ini adalah minggu transfigurasi. Minggu Transfigurasi merujuk pada peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung saat bertemu dengan Musa...
  • Mata Ganti Mata Dan Seluruh Dunia Buta
    Lukas 6:27-38
    Bukan hukum “kejahatan dibalas dengan kejahatan”  yang berlaku dalam ajaran Tuhan Yesus, melainkan hukum kasih. Sebab di balik hukum...
Kegiatan