Damai Sejahtera Bagi Kita

Damai Sejahtera Bagi Kita

Yohanes 20:19-31

Belum ada komentar 94 Views

Pada murid-murid yang berkumpul, mengunci diri dalam sebuah ruangan karena takut, Yesus yang bangkit datang menyatakan diri. Ia berdiri di tengah mereka memberi salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Salam yang biasa ini bukan hanya mengharapkan agar yang diberi salam terhindar dari mara-bahaya, tetapi salam yang mengharapkan semua yang terbaik dari Tuhan.

Sesudah itu sekali lagi Yesus mengucapkan salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Dan dalam satu helaan nafas, Ia mengutus murid-murid-Nya: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Jelaslah kiranya di sini, bahwa “diberkati” adalah agar “menjadi berkat”. Dikaruniai “damai sejahtera” bukan hanya agar terbebas dari ketakutan dan keraguan, tetapi melanjutkan misi Kristus membawa damai sejahtera. Dan untuk itu Ia mengaruniai para murid Roh Kudus.

Yesus bangkit juga bagi kita, agar kita “tidak (lagi) mengunci diri”. Sebab mestinya Paskah, kebangkitan-Nya. – seperti pada para murid, – membebaskan kita. Ia juga datang membawa “damai sejahtera-Nya” bagi kita. Damai sejahtera-Nya yang lain dari yang ditawarkan dunia. Ia bahkan mengaruniakan Roh Kudus, karena damai sejahtera-Nya mesti kita persaksikan.

Yesus yang bangkit dan berkenan menyatakan diri kepada kita, pada akhirnya adalah “…supaya kamu/kita percaya…” (ayat 31). Maka pada akhirnya tujuannya bukan cuma diri kita sendiri. “Kamu”, dalam terang tugas pengutusan kita mesti lebih luas, jauh melampaui kita sendiri. Supaya seperti kita, banyak orang yang “mengunci diri”, dibebaskan. Dan indahnya: dengan melakukannya, kita justru dibebaskan.

Damai sejahtera bagi kita…!

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
  • menerima
    TERBUKA : Menerima Perbedaan
    Lukas 5:27-32
    Hidup Yesus adalah hidup yang terbuka. Ia makan dan minum dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berdialog dan mencoba...
  • HIDUP : Berubah Menjadi Lebih Baik
    Filipi 3:10-16
    Rasul Paulus tidak selalu bisa hadir secara fisik untuk mendampingi jemaat Filipi. Pada waktu surat Filipi ini ditulis, Rasul...
  • biji sesawi
    Hidup Bagai Biji Sesawi
    Matius 13:31
    Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seperti biji sesawi. Maksudnya Tuhan Yesus sedang menggambarkan perkembangan fenomenal dari Kerajaan Sorga dalam...
  • orang yang berhutang
    Kita Adalah Orang Yang Berhutang
    Roma 8:12
    Berbicara tentang hutang berarti harus ada sesuatu yang dibayar atau harus dilunasi. Alkitab sangat serius berbicara tentang hutang. Mazmur...
Kegiatan