Damai Sejahtera Bagi Kita

Damai Sejahtera Bagi Kita

Yohanes 20:19-31

Belum ada komentar 116 Views

Pada murid-murid yang berkumpul, mengunci diri dalam sebuah ruangan karena takut, Yesus yang bangkit datang menyatakan diri. Ia berdiri di tengah mereka memberi salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Salam yang biasa ini bukan hanya mengharapkan agar yang diberi salam terhindar dari mara-bahaya, tetapi salam yang mengharapkan semua yang terbaik dari Tuhan.

Sesudah itu sekali lagi Yesus mengucapkan salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Dan dalam satu helaan nafas, Ia mengutus murid-murid-Nya: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Jelaslah kiranya di sini, bahwa “diberkati” adalah agar “menjadi berkat”. Dikaruniai “damai sejahtera” bukan hanya agar terbebas dari ketakutan dan keraguan, tetapi melanjutkan misi Kristus membawa damai sejahtera. Dan untuk itu Ia mengaruniai para murid Roh Kudus.

Yesus bangkit juga bagi kita, agar kita “tidak (lagi) mengunci diri”. Sebab mestinya Paskah, kebangkitan-Nya. – seperti pada para murid, – membebaskan kita. Ia juga datang membawa “damai sejahtera-Nya” bagi kita. Damai sejahtera-Nya yang lain dari yang ditawarkan dunia. Ia bahkan mengaruniakan Roh Kudus, karena damai sejahtera-Nya mesti kita persaksikan.

Yesus yang bangkit dan berkenan menyatakan diri kepada kita, pada akhirnya adalah “…supaya kamu/kita percaya…” (ayat 31). Maka pada akhirnya tujuannya bukan cuma diri kita sendiri. “Kamu”, dalam terang tugas pengutusan kita mesti lebih luas, jauh melampaui kita sendiri. Supaya seperti kita, banyak orang yang “mengunci diri”, dibebaskan. Dan indahnya: dengan melakukannya, kita justru dibebaskan.

Damai sejahtera bagi kita…!

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan