Damai Sejahtera Bagi Kita

Damai Sejahtera Bagi Kita

Yohanes 20:19-31

Belum ada komentar 103 Views

Pada murid-murid yang berkumpul, mengunci diri dalam sebuah ruangan karena takut, Yesus yang bangkit datang menyatakan diri. Ia berdiri di tengah mereka memberi salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Salam yang biasa ini bukan hanya mengharapkan agar yang diberi salam terhindar dari mara-bahaya, tetapi salam yang mengharapkan semua yang terbaik dari Tuhan.

Sesudah itu sekali lagi Yesus mengucapkan salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Dan dalam satu helaan nafas, Ia mengutus murid-murid-Nya: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Jelaslah kiranya di sini, bahwa “diberkati” adalah agar “menjadi berkat”. Dikaruniai “damai sejahtera” bukan hanya agar terbebas dari ketakutan dan keraguan, tetapi melanjutkan misi Kristus membawa damai sejahtera. Dan untuk itu Ia mengaruniai para murid Roh Kudus.

Yesus bangkit juga bagi kita, agar kita “tidak (lagi) mengunci diri”. Sebab mestinya Paskah, kebangkitan-Nya. – seperti pada para murid, – membebaskan kita. Ia juga datang membawa “damai sejahtera-Nya” bagi kita. Damai sejahtera-Nya yang lain dari yang ditawarkan dunia. Ia bahkan mengaruniakan Roh Kudus, karena damai sejahtera-Nya mesti kita persaksikan.

Yesus yang bangkit dan berkenan menyatakan diri kepada kita, pada akhirnya adalah “…supaya kamu/kita percaya…” (ayat 31). Maka pada akhirnya tujuannya bukan cuma diri kita sendiri. “Kamu”, dalam terang tugas pengutusan kita mesti lebih luas, jauh melampaui kita sendiri. Supaya seperti kita, banyak orang yang “mengunci diri”, dibebaskan. Dan indahnya: dengan melakukannya, kita justru dibebaskan.

Damai sejahtera bagi kita…!

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Sangkal Diri
    Markus 8:31-38
    Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan diri. Pertahanan ini aktif ketika seseorang menghadapi keadaan yang mencemaskan atau berpotensi melukai dirinya....
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
Kegiatan