Berjaga-jagalah

Matius 25:1-13

Belum ada komentar 40 Views

“Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”, tukasnya lagi. Karena sikap menunda-nunda ini, kemudian ia mendapatkan peringatan sampai tiga kali. Ia dikeluarkan. Atasan kerja memanggilnya karena hal ini. Saat ditanya, ia berkata bahwa itu adalah kebiasaannya. Ia menunda karena selalu merasa masih ada waktu dan masih ada pengampunan. Oleh karena ia menyia-nyiakan kesempatan.

Bacaan utama hari ini, membicarakan soal kebijaksanaan para gadis bodoh dan bijaksana. Kebijaksanaan adalah kunci utama yang membedakan mereka. Kebijaksanaan adalah mengerti apa yang terbaik dilakukan kini dan mengerti apa dampak perbuatan itu di masa depan. Mereka tidak mengerti apa yang perlu mereka lakukan untuk menyambut sang mempelai. Mereka lengah. Ketika waktunya tiba, tak lagi ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki diri.

GKI memahami bahwa keselamatan itu ‘telah’ dan ‘akan’. ‘Telah’, artinya dalam Kristus, keselamatan itu telah diberikan. Yesus telah memberikan penebusan dosa bagi manusia di kayu salib. ‘Akan’, artinya Kristus akan memberikan penggenapan di akhir jaman untuk setiap manusia yang percaya kepadanya. Percaya berarti menerima keselamatan Kristus dan memelihara hidup dalam keselamatan itu dalam kehidupan. Memelihara keselamatan berarti hidup dalam kasih dan kehendak-Nya, mengerjakan kebaikan dan kebenaran, memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan keutuhan ciptaan.

GKI ada dalam tradisi gereja reformasi yang meyakini sola gratia, hanya karena anugerah. Kehidupan iman orang percaya hendaknya terarah pada anugerah Allah karena keselamatan dan kehidupan itu sendiri adalah anugerah Illahi. Berjaga-jaga berarti mempercayai Allah yang memberi anugerah keselamatan dan kehidupan. Berjaga-jaga berarti menjalani kehidupan dengan hati yang penuh syukur dalam kebenaran dan kebaikan Illahi. Ambillah contoh sederhana soal pemahaman pelayanan dan persembahan. Dalam hal ini, berjaga-jaga berarti ia mampu melihat keselamatan dan pemeliharaan Allah maka ia memberi diri untuk pelayanan. Allah memberi hidup padanya, maka ia memberi persembahan. Sola gratia bukanlah memberi agar diberi lebih, lebih, dan lebih ; bukan juga melayani agar diberkati.

Karena kita telah diberkati, maka jadilah berkat! Karena kita dikasihi maka, kasihilah sesama! Karena kita dibenarkan, maka perjuangkanlah kebenaran! Setiap orang yang telah menerima keselamatan Kristus, akan menjaga diri dari segala hal jahat dan berjaga-jaga agar penggenapan Kristus kelak dinyatakan kepadanya. Berjaga-jagalah!

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
Kegiatan