Berjaga-jagalah

Matius 25:1-13

Belum ada komentar 115 Views

“Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”, tukasnya lagi. Karena sikap menunda-nunda ini, kemudian ia mendapatkan peringatan sampai tiga kali. Ia dikeluarkan. Atasan kerja memanggilnya karena hal ini. Saat ditanya, ia berkata bahwa itu adalah kebiasaannya. Ia menunda karena selalu merasa masih ada waktu dan masih ada pengampunan. Oleh karena ia menyia-nyiakan kesempatan.

Bacaan utama hari ini, membicarakan soal kebijaksanaan para gadis bodoh dan bijaksana. Kebijaksanaan adalah kunci utama yang membedakan mereka. Kebijaksanaan adalah mengerti apa yang terbaik dilakukan kini dan mengerti apa dampak perbuatan itu di masa depan. Mereka tidak mengerti apa yang perlu mereka lakukan untuk menyambut sang mempelai. Mereka lengah. Ketika waktunya tiba, tak lagi ada kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki diri.

GKI memahami bahwa keselamatan itu ‘telah’ dan ‘akan’. ‘Telah’, artinya dalam Kristus, keselamatan itu telah diberikan. Yesus telah memberikan penebusan dosa bagi manusia di kayu salib. ‘Akan’, artinya Kristus akan memberikan penggenapan di akhir jaman untuk setiap manusia yang percaya kepadanya. Percaya berarti menerima keselamatan Kristus dan memelihara hidup dalam keselamatan itu dalam kehidupan. Memelihara keselamatan berarti hidup dalam kasih dan kehendak-Nya, mengerjakan kebaikan dan kebenaran, memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan keutuhan ciptaan.

GKI ada dalam tradisi gereja reformasi yang meyakini sola gratia, hanya karena anugerah. Kehidupan iman orang percaya hendaknya terarah pada anugerah Allah karena keselamatan dan kehidupan itu sendiri adalah anugerah Illahi. Berjaga-jaga berarti mempercayai Allah yang memberi anugerah keselamatan dan kehidupan. Berjaga-jaga berarti menjalani kehidupan dengan hati yang penuh syukur dalam kebenaran dan kebaikan Illahi. Ambillah contoh sederhana soal pemahaman pelayanan dan persembahan. Dalam hal ini, berjaga-jaga berarti ia mampu melihat keselamatan dan pemeliharaan Allah maka ia memberi diri untuk pelayanan. Allah memberi hidup padanya, maka ia memberi persembahan. Sola gratia bukanlah memberi agar diberi lebih, lebih, dan lebih ; bukan juga melayani agar diberkati.

Karena kita telah diberkati, maka jadilah berkat! Karena kita dikasihi maka, kasihilah sesama! Karena kita dibenarkan, maka perjuangkanlah kebenaran! Setiap orang yang telah menerima keselamatan Kristus, akan menjaga diri dari segala hal jahat dan berjaga-jaga agar penggenapan Kristus kelak dinyatakan kepadanya. Berjaga-jagalah!

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
  • persekutuan
    Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan
    Yohanes 17:20-26
    Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana...
  • ketaatan
    Iman dan Ketaatan yang Teruji
    Yohanes 14: 23-29
    “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatah. “Tak sayang, maka tak mungkin percaya dan menjalin relasi” demikian logikanya....
  • baru
  • Kemenangan Kristus
    Merayakan Kemenangan Kristus
    Wahyu 7:9-17
    Cara manusia menangkap kehadiran dan kuasa Tuhan sangat beragam. Ada yang menangkap hadirnya Tuhan melalui alam, melalui pengalaman saling...
Kegiatan