Berbuah pada musimnya

Kisah Para Rasul 1:15-17, 21-26; Mazmur 1; 1 Yohanes 5:9-13; Yohanes 17:6-19

Belum ada komentar 144 Views

Hawa dingin di Hamburg, Jerman, pada musim winter tidak memengaruhi tanaman di rumah kaca yang hangat dan menciptakan suasana tropis. Dalam lingkungan rumah kaca seolah alam dapat dikendalikan sehingga di dalamnya dapat tumbuh berbagai tanaman tropis di daerah bermusim empat.

Sekilas merenungkan Mazmur 1, memberi kesan, jika kita mampu mengontrol kehidupan rohani dengan prinsip-prinsip Taurat Tuhan, maka kita tidak hanya akan bertumbuh melainkan berbuah-buah pada musimnya. Oleh karena itu lah sedapat mungkin kita akan berusaha untuk melakukan kontrol atas kehidupan kita dan bahkan tanpa disadari melakukan kontrol terhadap kehendak Tuhan. Jika aku rajin ibadah, memberikan perpuluhan maka Ia pasti akan memberkatiku, jika aku rajin baca firman maka…..

Pemazmur menyajikan gambaran yang berbeda, tidak berbicara tentang pohon di rumah kaca yang melakukan kontrol atas alam, melainkan yang berada di alam liar tanpa kendali. Jadi, jelas bukan upaya untuk mengendalikan alam lingkungan melainkan si pohon lah yang perlu “dikontrol”. Pohon itu lah yang harus “berserah” pada alam, kala ia secara alami menancapkan akarnya kuat-kuat dan mengisi energi hidupnya dengan menyerap sari-sari yang ditawarkan tanah, dialirkan sungai, dihembuskan angin, dipancarkan matahari, maka ia akan mengalami perubahan, bertumbuh, makin kuat, tahan banting menghadapi cuaca yang tak terduga, dan berbuah pada musimnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Hidup yang berbuah pada musimnya merupakan wujud dari hidup yang percaya dan berserah pada sang alam, pada sang penguasa kehidupan, apa pun yang Ia tawarkan merupakan energi baru bagi hidup ini. Karena itu rawatlah relasi dengan-Nya.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan