Berani Bersaksi Karena Perlindungan Tuhan

Matius 10:29

Belum ada komentar 82 Views

Bersaksi adalah salah satu tugas orang-orang percaya (Gereja), yang harus dilakukan sampai kedatangan Tuhan. Bersaksi bukanlah pekerjaan yang gampang. Alkitab dengan tegas tanpa tedeng aling-aling memberitahukan konsekuensi menjadi saksi Tuhan. Misalnya ditolak, disingkirkan, diperlakukan buruk, kehilangan kehormatan bahkan mati sebagai martir. Penyataan Alkitab yang terus terang apakah kemudian membuat orang percaya bersikap memilih : menjadi saksi atau menolak menjadi saksi ?

Beriman kepada Kristus harus bertumbuh dan berbuah lewat kesaksian. Oleh karena itu, Tuhan juga memperlengkapi orang percaya dengan KUASA untuk bersaksi. Meskipun jaminannya KUASA TUHAN, namun ketakutan masih saja membelenggu orang percaya . Sebenarnya, Ketakutan manusia sangat wajar. Rasul Paulus pun berkata : “Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan sangat takut dan gentar” (1 Korintus 2:3). Tapi tak membuat Rasul Paulus berhenti bersaksi. Ketakutan yang membuat orang percaya berhenti bersaksi sama artinya tidak memercayai pemeliharaan Tuhan. Yesus berkata dalam Matius 10:29 :

“Bukankah burung pipit dijual 2 ekor seduit? Namun seekorpun daripadanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.”

Burung Pipit adalah burung yang kecil, lemah, tidak bernilai ekonomi (murah) dipelihara Tuhan. Hal-hal sepele yang tak dipikirkan akal manusia dipikirkan Tuhan. Berapa helai rambut dikepalamu? Tuhanpun mengetahui jumlahnya.

Kata-kata Yesus sungguh menjadi penghiburan sekaligus teguran bagi orang-orang percaya yang tidak menyadari pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Pendeknya, Tuhan memelihara Gereja yang bersaksi. Sama halnya seperti Tuhan memelihara perjalanan kesaksian GKI PONDOK INDAH selama 33 tahun.

Dirgahayu GKI Pondok Indah. Tetaplah setia menjadi saksi kebenaran Tuhan.

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan