Anda Tidak Harus Selalu Bahagia 

Belum ada komentar 10 Views

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 3: 1, 4 “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;”

Hidup ini keras. Apakah Anda setuju dengan itu?

Karena dosa Adam di Taman Edenlah, dunia ini hancur, menyebabkan tidak ada satu pun yang bekerja dengan sempurna.
Tubuh Anda tidak bekerja dengan sempurna, cuaca tidak bekerja dengan sempurna, perekonomian tidak bekerja dengan sempurna, tidak ada hubungan yang berjalan dengan sempurna, *Kehidupan ini penuh dengan kehilangan.*

Anda perlu memahami beberapa kebenaran yang akan memberi Anda suatu perspektif yang lebih baik saat menghadapi kehilangan yang tak bisa dihindari di dalam hidup Anda untuk kemudian bangkit lagi. 

*Pertama, Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk selalu bahagia *

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa orang Kristen harus selalu tersenyum, selalu bahagia, selalu ceria.

Bahkan Alkitab berkata, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;” Pengkhotbah 3: 1, 4.

Kadang satu-satunya respon yang logis dan sesuai terhadap kehidupan ini adalah kesedihan. Alkitab mengatakan Anda harus bersedih atas kehilangan-kehilangan Anda, termasuk kekecewaan Anda, dosa Anda, penderitaan Anda di dunia, dan teman-teman Anda yang tengah tersesat secara rohani. Tuhan tidak mengharapkan Anda selalu bahagia. *Malah sebenarnya, Dia ingin Anda berduka dengan segenap hati Anda.*

*Kedua, kesedihan sangat penting buat kesehatan Anda.*

Apabila Anda tidak pernah menangisi apa pun, itu berarti salah satu dari tiga hal berikut: *Anda tidak terhubung dengan realita, Anda tidak terhubung dengan perasaan Anda, atau Anda tidak dikasihi.*

*Ketika Anda dipenuhi dengan kasih dan Anda melihat hal-hal yang menyedihkan, maka duka adalah respon yang wajar.*

*Kesedihan merupakan emosi yang menyakitkan, tetapi itu juga perasaan yang sehat dan bermanfaat. Itu anugerah dari Tuhan. Itu alat yang Tuhan berikan kepada kita untuk melewati transisi kehidupan.*

Mungkin bertahun-tahun lalu Anda terluka ketika tumbuh dewasa. Mungkin orang tua Anda bercerai. Mungkin Anda pernah mengalami kekerasan. Mungkin Anda terluka oleh sesuatu yang seseorang katakan tentang Anda. Sebagai seorang anak, Anda tidak tahu bagaimana harusnya berduka dengan cara yang sehat, sehingga Anda hanya menyimpannya dalam-dalam. 

*Anda harus kembali dan bersedih meratapinya. Mengapa? Karena jika Anda tidak berduka, maka Anda akan terjebak secara emosional, dan Anda hanya akan menghabiskan sisa hidup Anda menanggapi sesuatu yang terjadi di masa lalu dan menyalahkan orang-orang di sekitar Anda saat ini. Itu tidak sehat!*

Daud membicarakan hal ini dalam Mazmur 32: 3: “Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;” 

Hal-hal buruk yang terjadi pada Anda bukanlah pilihan Anda. *Namun berduka adalah pilihan.*

Anda mungkin berkata, “Saya tidak suka merasa sedih.” Tapi sadarilah tidak semua yang bermanfaat bagi Anda terasa enak, begitulah rasa duka dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini: 
– Kerugian apa yang Anda derita? Bagaimana itu mempengaruhi Anda secara fisik, emosional, dan rohani Anda?
– Bagaimana Anda tahu kapan saatnya selesai bersedih?
– Seperti apakah seharusnya membiarkan orang lain berduka dan mendukung mereka pada saat mereka kehilangan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15

*Anda harus membiarkan diri Anda meratapi kehilangan-kehilangan, sehingga Anda dapat melanjutkan hidup Anda dan menerima berkat Tuhan.*

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
Kegiatan