Warta Majelis  

 

Video GKIPI
Facebook Feeds

22 hours ago

Gkipiweb
Ketika umat Israel hendak beribadah di Yerusalem, mereka harus melakukan pendakian, sebab Yerusalem terletak di atas bukit. Gunung atau bukit merupakan tempat yang berbahaya, karena terdapat tebing-tebing curam dan gua-gua yang dapat dijadikan tempat persembunyian para perampok. Seperti yang dikisahkan Yesus melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati dalam Lukas 10:30-35. Ketika memandang gunung-gunung itu, para peziarah menyadari semua kemungkinan bahaya tersebut dan bertanya, "Siapakah penolong yang dapat diandalkan?" Jawabnya: Allah-lah satu- satunya penolong yang dapat diandalkan. la adalah penjaga dan pelindung yang tak pernah lengah ataupun tertidur. la yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang penuh kuasa, dan kuasa-Nya mengatasi segala bahaya serta ancaman yang mungkin dihadapi umat. bit.ly/4aRW11S ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook

2 days ago

Gkipiweb
Yesus memberikan pengajaran yang berbeda melalui perumpamaan tentang domba yang hilang. Seekor domba yang tersesat dicari, sementara sembilan puluh sembilan lainnya ditinggalkan di pegunungan. Tindakan ini tampak tidak masuk akal dan tidak efisien sama sekali. Namun, melalui pengajaran itu, Yesus hendak menekankan bahwa setiap orang berharga di mata Allah. Bahkan jika seseorang tidak dianggap berharga di mata manusia, ia tetap berharga di mata Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada Yesus hendaknya juga belajar menghargai sesamanya, apa pun keadaan orang tersebut. bit.ly/4rC1bX2 ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook

3 days ago

Gkipiweb
Kain marah kepada Habel karena persembahan Habel diterima oleh Allah, sedangkan persembahan Kain tidak. Terlepas dari alasan di balik penerimaan Allah atas persembahan Habel, pusat perhatian perikop ini adalah bahwa Kain marah kepada Habel karena suatu hal yang berada di luar kendali Habel. Dalam kemarahan itu, Allah telah memperingatkan Kain agar tidak menuruti hawa nafsu kemarahannya. Sebab, ketika ia membiarkan hawa nafsu itu berkembang dan menguasai dirinya, maka ia pasti akan berbuat dosa. Namun, Kain tidak peduli, dan akhirnya ia terkutuk. Di sinilah kata "dosa" (Ibrani: hatta't) pertama kali muncul dalam Alkitab kita. bit.ly/3OVSsAl ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook
Twitter GKIPI
Twitter feed is not available at the moment.