Terang Yang Menuntun Jalan

Lukas 1:67-79

Belum ada komentar 601 Views

“… untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.” (Luk. 1:79)

Di masa kini, listrik telah menjadi salah satu kebutuhan vital. Maka, ketika listrik padam kita merasa kewalahan dan pekerjaan kita menjadi terhambat. Tanpa daya listrik, kita mengalami kesulitan untuk beraktivitas.

Bacaan Lukas ini berisi nyanyian pujian Zakaria. Zakaria memuliakan Allah dan menubuatkan masa depan Yohanes, anaknya. Zakaria gembira, sebab selama Elisabet mengandung, dia menjadi bisu. Namun, setelah Elisabet melahirkan Yohanes, Zakharia dapat berbicara kembali. Salah satu ungkapan dan nubuatan Zakharia adalah Yohanes kelak akan menjadi nabi Allah Yang Mahatinggi. Meski demikian, tugas Yohanes hanyalah mempersiapkan jalan bagi Yesus. Yohanes bertugas menyinari umat Tuhan dengan memberi pengertian agar tidak hidup dalam gelap, melainkan dalam terang sehingga menuju ke jalan damai sejahtera. Karena hanya mempersiapkan jalan, maka Yohanes bukanlah jalan keselamatan itu sendiri. Karena hanya menyinari, maka Yohanes bukanlah terang itu sendiri. Meski demikian, peran Yohanes sungguhlah besar, sebab tanpa sinar maka banyak umat Tuhan akan tersesat dalam kegelapan.

Segala sesuatu membutuhkan terang, juga manusia. Namun, manusia membutuhkan lebih dari sekadar terang yang ada di dunia ini. Manusia membutuhkan terang sejati, yaitu Yesus Kristus untuk menuntun hidupnya. Terang sejati itu menjadi penuntun langkah kita ke jalan damai sejahtera. [Pdt. Yosafat Simatupang]

REFLEKSI:
Terang Tuhan membuat kita melangkah dengan pasti setiap saat menuju damai sejahtera.

Ayat Pendukung: Mzm. 27:7-14; Kej. 49:1-2, 8-13, 21-26; Luk. 1:67-79
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberitakan Kebesaran Allah
    Ulangan 32:1-14, 18
    Sebab, nama TUHAN akan kuserukan; beritakanlah kebesaran Allah kita! (Ulangan 32:3) Di dunia maya seperti yang kita alami saat...
  • Menjalani Yang Fana Sepenuh Makna
    Mazmur 90:1-6, 13-17
    Engkau menghanyutkan manusia dalam tidurnya, di pagi hari mereka seperti rumput yang akan binasa, di waktu pagi bersemi dan...
  • Mengalah Untuk Menang
    Matius 17:22-27
    “Tetapi supaya kita tidak membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau….” (Matius 17:27a) Dalam relasi antarmanusia, kadang dapat terjadi...
  • Iri Hati Pangkal Celaka
    Bilangan 12:1-9
    “Tidak demikian dengan hamba-Ku Musa, … Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia, secara langsung, … dan ia memandang rupa...
  • Merindukan ALLAH
    Mazmur 63:1-8
    Ya Allah, Engkaulah AHahku, pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau, seperti tanah yang kering...