Simbol Di Dahi

Wahyu 22:1-9

Belum ada komentar 83 Views

… dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. (Why. 22:4)

Pianis Emil von Sauer, salah seorang murid Franz Liszt, datang ke Budapest dan meminta seorang remaja 16 tahun memainkan piano baginya. Setelah remaja itu selesai memainkan karya Bach, Beethoven, dan Schumann, von Sauer perlahan berdiri, merengkuh kepala remaja itu, dan mencium dahinya. “Anakku,” katanya, “Saat aku seusiamu aku menjadi murid Liszt. Setelah pelajaran pertamaku, ia menciumku di dahi dan berkata, ‘Jagalah baik-baik ciuman ini — itu datang dari Beethoven yang memberikannya kepadaku setelah mendengarkan aku main.’ Aku telah menunggu lama untuk meneruskan warisan suci ini, dan sekarang aku merasa kamu layak mendapatkannya.” Remaja bernama Andor Földes itu kemudian menjadi pianis Hungaria yang ternama. Ciuman di dahi itu tentunya adalah sebuah simbol: simbol pujian.

Dalam menggambarkan hubungan Allah dengan umat- Nya pun, penulis Kitab Wahyu memakai simbol-simbol. Salah satunya adalah simbol nama Allah yang tertera pada dahi umat. Simbol itu menunjukkan kepemilikan dan kehadiran Allah. Kehadiran Allah kini bisa dirasakan sepenuhnya oleh umat.

Tidak ada seorang pun dapat tetap hidup bila melihat Allah. Antara manusia dengan Allah ada jarak yang tidak terlampaui. Namun kini, bukan hanya jarak itu dilampaui, melainkan juga Allah mengizinkan umat untuk memerintah bersama-Nya selamanya. Saat kita menjadi milik Allah, kita pun akan merasakan kehadiran-Nya di dalam diri kita. [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Kala Tuhan menjadikan kita milik-Nya, Ia meniadakan jarak antara kita dan diri-Nya.

Ayat Pendukung: Mzm. 100; Yes. 40:1-11; Why. 22:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...
  • Melihat Dengan Objektif
    Matius 12:22-32
    Namun, ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata, “Orang ini mengusir setan dengan kuasa Be’elzebul, pemimpin setan.” (Matius 12:24) Pernahkah...
  • Jangan Berhenti
    Keluaran 5:1- 6:13
    Tetapi, Musa berkata di hadapan TUHAN, “Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimana mungkin Firaun mendengarkan aku, aku seorang...
  • Ketika Kita Tersakiti
    Mazmur 83:1-4, 13-18
    Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (Mazmur 83:2) Sambil menangis, seorang...