Simbol Di Dahi

Wahyu 22:1-9

Belum ada komentar 85 Views

… dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. (Why. 22:4)

Pianis Emil von Sauer, salah seorang murid Franz Liszt, datang ke Budapest dan meminta seorang remaja 16 tahun memainkan piano baginya. Setelah remaja itu selesai memainkan karya Bach, Beethoven, dan Schumann, von Sauer perlahan berdiri, merengkuh kepala remaja itu, dan mencium dahinya. “Anakku,” katanya, “Saat aku seusiamu aku menjadi murid Liszt. Setelah pelajaran pertamaku, ia menciumku di dahi dan berkata, ‘Jagalah baik-baik ciuman ini — itu datang dari Beethoven yang memberikannya kepadaku setelah mendengarkan aku main.’ Aku telah menunggu lama untuk meneruskan warisan suci ini, dan sekarang aku merasa kamu layak mendapatkannya.” Remaja bernama Andor Földes itu kemudian menjadi pianis Hungaria yang ternama. Ciuman di dahi itu tentunya adalah sebuah simbol: simbol pujian.

Dalam menggambarkan hubungan Allah dengan umat- Nya pun, penulis Kitab Wahyu memakai simbol-simbol. Salah satunya adalah simbol nama Allah yang tertera pada dahi umat. Simbol itu menunjukkan kepemilikan dan kehadiran Allah. Kehadiran Allah kini bisa dirasakan sepenuhnya oleh umat.

Tidak ada seorang pun dapat tetap hidup bila melihat Allah. Antara manusia dengan Allah ada jarak yang tidak terlampaui. Namun kini, bukan hanya jarak itu dilampaui, melainkan juga Allah mengizinkan umat untuk memerintah bersama-Nya selamanya. Saat kita menjadi milik Allah, kita pun akan merasakan kehadiran-Nya di dalam diri kita. [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Kala Tuhan menjadikan kita milik-Nya, Ia meniadakan jarak antara kita dan diri-Nya.

Ayat Pendukung: Mzm. 100; Yes. 40:1-11; Why. 22:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ungkapan Syukur: Memberi Yang Terbaik
    Keluaran 23:14-19
    Yang terbaik dari buah sulung tanahmu haruslah kaubawa ke Rumah TUHAN, Allahmu….(Keluaran 23:19a ) Urusan memberi persembahan tentu bukan...
  • Hidup Dalam Taurat Tuhan
    Mazmur 19
    Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mazmur 19:8)...
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...