Pahit & Manis

Wahyu 10:1-11

Belum ada komentar 829 Views

Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. (Why. 10:10)

“Firman Tuhan itu enak didengarkan, tetapi sulit dilakukan.” Demikian tanggapan orang-orang ketika diminta memberi penilaian tentang bagaimana mereka menerapkan firman Tuhan dalam hidup mereka.

Firman Tuhan yang disampaikan dalam kitab terbuka dan masih berupa rahasia dalam Wahyu 10:1-10 terasa manis di mulut Yohanes, tetapi terasa pahit di perutnya. Bersamaan dengan itu, malaikat yang bersuara nyaring memintanya untuk bernubuat lagi bagi banyak bangsa. Mungkin para nabilah yang paling tahu bahwa nubuat yang harus mereka sampaikan memiliki dua sisi. Sisi yang manis terasa karena firman Tuhan selalu disampaikan demi terwujudnya damai sejahtera. Sisi yang pahit terasa karena untuk mewujudkan damai sejahtera, firman Tuhan menuntut perubahan dan pengorbanan dari setiap pendengarnya. Sederhananya dapat dikatakan: Semua orang bersukacita ketika mendengar kabar tentang pemulihan, kebaikan, bahkan Kerajaan Allah. Namun, berapa banyak yang mau mengusahakannya dan mewujudkannya dalam hidup sehari-hari?

Pada akhirnya yang manis itu bisa menjadi pahit ketika dicerna. Meski demikian, firman Allah baru berdampak apabila kita bersedia menerima pahit dan manisnya. Karena itu, demi kemuliaan Allah, kita perlu menerima pahit dan manisnya firman Allah serta melakukannya, bukan bagi diri sendiri saja, melainkan juga bagi kebaikan seluruh bangsa. [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

REFLEKSI:
Maukah kita menerima pahit manisnya firman Allah dan melakukannya?

Ayat Pendukung: Mzm. 148; Yeh. 2:8—3:11; Why. 10:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Patutkah Marah?
    Yunus 4:1-11
    Tetapi, firman TUHAN, “Patutkah engkau marah?” (Yunus 4:4) Banyak orang beranggapan bahwa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi....
  • Hormati Kemurahan Allah
    Mazmur 51
    Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam dan penuh penyesalan tidak akan Kau pandang...
  • PAMER
    Matius 6:1-6, 16-21
    Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:18b) Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, muncullah suatu...
  • Tak Berjalan Sendirian
    1 Raja-raja 19:9-18
    Tetapi, Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, semua orang yang tidak berlutut menyembah Ba’al dan mulutnya tidak...
  • Kesabaran Allah
    Mazmur 78:17-20, 52-55
    Ketika Ia menggiring umat-Nya seperti domba-domba, dan memimpin mereka seperti kawanan hewan di padang gurun; ketika Ia menuntun mereka...