“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” (Yoh. 16:7)
Beberapa suku di Indonesia memiliki tradisi merantau. Salah satunya adalah suku Minangkabau. Saat waktunya tiba, pemuda Minangkabau akan pergi merantau untuk meraih hal yang diimpikan, misalnya menjadi pedagang atau pengusaha. Untuk itu, mereka harus meninggalkan rumah, orang tua, dan kenyamanan yang sebelumnya mereka nikmati. Mereka harus pergi, sebab di perantauan keberanian, tekad dan kegigihan mereka diasah dan dibuktikan.
Yesus sedang bersama murid-murid-Nya, dan Ia mulai mengungkapkan pada mereka bahwa akan segera tiba masanya, Ia akan pergi kepada Bapa. Murid-murid memang akan merasa kehilangan, tetapi Tuhan Yesus harus meninggalkan mereka demi kebaikan. Perhatikan apa yang dikatakan Tuhan Yesus, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” Tuhan Yesus mengetahui bahwa para murid sangat menggantungkan diri pada-Nya. Bagi seorang murid, bergantung pada Yesus adalah wajib. Namun, bergantung tanpa mampu berbuat apa-apa, bukan itu yang dikehendaki Yesus. Para murid akan ditinggalkan supaya mereka menjadi berani untuk mengabarkan Injil.
Meninggalkan adalah cara Yesus mendidik murid-murid supaya mereka memiliki iman yang kuat. Harus diakui, situasi yang tidak nyaman bisa menghasilkan perubahan dan pertumbuhan yang luar biasa. Tetapi, Yesus tidak pergi begitu saja. Ia mengutus Roh Kudus untuk menyertai murid- murid-Nya! [Pdt. Firmanda Tri Permana]
REFLEKSI:
Terkadang Allah menempatkan kita di posisi sulit atau memaksa kita keluar dari zona nyaman kita, supaya kita bertumbuh dan berbuah.
Ayat Pendukung: Mzm. 47; Ul. 34:1-7; Yoh. 16:4-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.