Kelemahan Bisa jadi Hal yang Baik

Belum ada komentar 209 Views

Bacaan Hari ini:
Mazmur 84: 5 “Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!”

Apa Anda lelah? Mungkin Anda tengah kehabisan tenaga. Anda sangat letih. Dan di ujung hari, Anda merasa kelelahan dan kehabisan tenaga. Alasannya sederhana: Anda hanyalah manusia.

Kekuatan Anda ada batasnya. Tetapi kekuatan Tuhan tidak terbatas.
Kekuatan Anda terbatas. Kekuatan Anda bisa habis – itulah sebabnya Anda kelelahan!
Namun, kekuatan Tuhan tidak ada habisnya. Tenaga-Nya tidak akan pernah habis. Tuhan tidak pernah lelah.

Mazmur 84: 5 mengatakan, “Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!”
Apakah Anda ingin berkat Tuhan dalam hidup Anda?
Nah, Anda harus menggantungkan kekuatan Anda pada Tuhan.

Salah satu orang Kristen yang paling terkenal di abad ke-19 adalah pria bernama Hudson Taylor. Dia seorang misionaris yang melayani di Cina, dan dia seorang pemimpin spiritual yang besar serta sangat cerdas. Di usia tuanya, kesehatannya memburuk dan ia menjadi sangat lemah. Dia menulis surat kepada seorang teman, bunyinya, “Aku sangat lemah, aku tidak bisa bekerja lagi. Aku sangat lemah, aku tidak kuat lagi belajar. Aku sangat lemah, aku tidak bisa lagi membaca Alkitab. Bahkan aku tidak bisa lagi berdoa. Aku hanya bisa bersandar pada lengan Tuhan, seperti layaknya anak kecil dalam dekapan orangtuanya.” 

Di satu titik tertentu dalam hidup Anda, mungkin Anda merasa sangat lemah sehingga Anda tidak bisa lagi berdoa, membaca Alkitab, belajar Alkitab, atau melakukan apa pun. Lalu apa yang Anda lakukan pada saat itu? Beristirahatlah di dalam kuasa Tuhan, di dalam pelukan-Nya seperti anak kecil yang percaya pada ayahnya.

Kelemahan sebenarnya bisa jadi sesuatu yang baik dalam hidup Anda. Itu membuat Anda bergantung pada Tuhan. Dalam 2 Korintus 12: 8-10, Paulus mengatakan ini, “Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Ini sebuah paradoks tentang bergantung pada Tuhan: Semakin Anda lemah, semakin Anda bergantung pada-Nya.

Renungkan hal ini:
– Mengapa kita sulit untuk mengakui atau menunjukkan kelemahan kita?
– Bagaimana budaya kita senang melanggengkan ide bahwa kita harus selalu kuat, tidak boleh lemah?
– Apa artinya bergantung pada kekuatan Tuhan? Bagaimana penerapannya di dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 34-35; Kisah Para Rasul 15:1-21

Semakin Anda bergantung pada Tuhan, semakin kuat Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berhenti Bersungut
    Keluaran 16:1-21
    Di padang gurun itu segenap umat Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun. (Keluaran 16:2) Seorang ibu mengalami depresi akibat...
  • MISSION IMPOSSIBLE
    Mazmur 105:1-6, 37-45
    Dibuka-Nya gunung batu, terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai. (Mazmur 105:41) Dalam menjalani kehidupan, mungkin kita...
  • KEKUATAN DOA
    Markus 11:20-25
    Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah!” (Markus 11:22) Wilma Rudolph adalah wanita Amerika kulit hitam pertama yang memperoleh tiga...
  • Tuhan Setia
    Nehemia 9:9-15
    Dengan tiang awan Engkau memimpin mereka pada siang hari dan dengan tiang api pada maiam hari untuk menerangi jalan...
  • Tuhan Tidak Lupa
    Mazmur 77
    Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman dahulu. (Mazmur 77:12) Ada seseorang yang kehilangan...