“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya tersesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puiuh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang tersesat itu? (Matius 18:12)
Kecenderungan manusia biasanya hanya menghargai sesuatu yang besar atau banyak. Hal-hal yang kecil dan sedikit sering kali dipandang sepele dan kurang dihargai. Contohnya, orang kaya lebih dihargai daripada orang miskin, orang yang berpendidikan tinggi lebih dihargai daripada yang berpendidikan rendah.
Yesus memberikan pengajaran yang berbeda melalui perumpamaan tentang domba yang hilang. Seekor domba yang tersesat dicari, sementara sembilan puluh sembilan lainnya ditinggalkan di pegunungan. Tindakan ini tampak tidak masuk akal dan tidak efisien sama sekali. Namun, melalui pengajaran itu, Yesus hendak menekankan bahwa setiap orang berharga di mata Allah. Bahkan jika seseorang tidak dianggap berharga di mata manusia, ia tetap berharga di mata Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada Yesus hendaknya juga belajar menghargai sesamanya, apa pun keadaan orang tersebut.
Dalam pandangan manusia, kaum minoritas, misalnya, kerap kali tidak diperhitungkan karena jumlahnya yang sedikit. Namun, sikap dan pola pikir semacam ini bukanlah cara pandang Allah. Siapa pun yang meremehkan mereka yang kecil, justru akan ditolak oleh Allah. Maka, sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk menghargai mereka yang tampaknya kecil dan tak berarti. Sebab justru mereka yang diremehkanlah yang empunya Kerajaan Allah. [Pdt. Mungki A. Sasmita]
DOA:
Ajarkan kepada kami, ya Tuhan, untuk selalu menghargai mereka yang kecil, lemah, dan tak berdaya. Sebab mereka sungguh berharga di mata Tuhan. Amin.
Ayat Pendukung: Kel. 34:1-1, 27-28; Mzm. 32; Mat. 18:10-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.