Keberanian Iman Dalam Menolong

Kejadian 14:1-16

Belum ada komentar 85 Views

Ketika Abram mendengar bahwa anak saudaranya ditawan, ia mengerahkan tiga ratus delapan betas orangnya yang terlatih, hamba-hamba yang lahir di rumahnya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. (Kejadian 14:14)

Pak Anto telah pensiun dan menikmati masa tenangnya setelah bekerja puluhan tahun. Ia memiliki rumah yang nyaman, cucu-cucu yang sering mengunjunginya, dan aktivitas sehari-hari yang berjalan damai. Namun, suatu hari, tetangganya, Pak Budi, datang dengan wajah penuh kekhawatiran. Pak Budi mengalami kesulitan keuangan dan terancam kehilangan rumahnya. Pak Anto sadar bahwa ia dapat membantu, tetapi hal itu berarti mengorbankan sebagian tabungan yang ia persiapkan untuk hari tuanya. Ia pun dihadapkan pada dilema: tetap menikmati kenyamanan hidupnya atau melangkah keluar dari zona nyaman untuk menolong Pak Budi.

Abram dalam bacaan hari ini juga berada dalam situasi nyaman dan mapan. Ia memiliki banyak pegawai, serta kekayaan berupa ternak yang terus bertambah. Namun, ketika Lot dan keluarganya tertawan akibat peperangan di antara para raja sekitar tempat tinggalnya, Abram tidak tinggal diam. Dengan berani, ia mengerahkan para hambanya yang terlatih untuk mengejar musuh dan membebaskan Lot serta harta bendanya yang dirampas. Keberanian Abram menunjukkan imannya yang kokoh, meskipun tindakannya berisiko tinggi.

Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada situasi yang menguji keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Ketika itu terjadi, kita dapat mempertimbangkan pertanyaan ini: “Tindakan apa yang dapat menyelamatkan sesama?” [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Bertindak memang perlu perhitungan. Namun terlalu banyak perhitungan, membuat tidak jadi bertindak.

Ayat Pendukung: Kej. 14:1-16; Mzm. 15; Luk. 8:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Perjumpaan Yang Membarui Kehidupan
    Yohanes 20:11-20
    Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu...
  • Engkau Milik-Ku dan Aku Milikmu
    Kidung Agung 5:9 - 6:3
    Aku milik kekasihku, dan kekasihku milikku….(Kidung Agung 6:3) Tuhan tidak hanya memanggilmu untuk datang, tetapi Ia juga membentangkan tangan-Nya,...
  • Berfokus Pada Allah, Bukan Pada Masalah
    Mazmur 16
    Aku selalu hidup berhadapan dengan TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku takkan goyah. Sebab itu hatiku bersukacita...
  • Hidup Dalam Kuasa Kebangkitan-Nya
    Matius 28:1-10
    “… Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku”. (Matius...
  • Kupuji Kebaikan-Mu Tuhan
    Keluaran 15:1-18
    “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Dia telah menjadi keselamatanku. Dia Allahku, kupuji Dia, Dia Allah bapaku, (Keluaran 15:2) Pujian...