Hidup Tidak Bercela

Kejadian 17:1-13

Belum ada komentar 984 Views

“Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela … Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.” (Kej. 17:1, 7)

Perjanjian adalah hal yang lazim dalam kehidupan kita. Misalnya, perjanjian kerja, perjanjian nikah, perjanjian kredit. Perjanjian semacam itu merupakan tanda bukti bahwa kita mau mengikatkan diri pada isi perjanjian.

Ketika Allah bermaksud membuat perjanjian dengan Abraham untuk mengikatkan diri-Nya menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya, Allah mengatakan, “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” Allah menegaskan terlebih dahulu apa yang menjadi prasyarat perjanjian-Nya, bahwa Abraham dan keturunannya harus bersedia hidup dengan tidak bercela. Allah tidak mengatakan bahwa kata-kata, atau sikap, atau perilaku Abraham harus tidak bercela, melainkan keseluruhan hidupnya tidak boleh bercela. Prasyarat Allah memang berat, tetapi itulah yang dikehendaki Allah. Sebab, perjanjian-Nya bukanlah perjanjian murahan. Persoalannya, apakah kita bersedia berkomitmen untuk memenuhinya atau tidak?

Bisa jadi, kita merasa heran ketika mendengar atau melihat orang yang melakukan aksi bom bunuh diri. Tetapi pernahkah kita bertanya adakah orang Kristen yang mempunyai militansi semacam itu? Bukan dalam arti berani membunuh demi iman, tetapi berani mati demi iman. Inilah yang diharapkan Allah, lebih dari semua yang lain. Tidak menjadi masalah jika kita tidak hafal Doa Bapa Kami atau nama murid-murid Yesus, yang penting ialah kita bersedia untuk hidup tidak bercela, dengan militansi yang tinggi sebagai para pengikut Kristus. Itulah prasyaratnya. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Sebelum kita mengikatkan diri dalam perjanjian dengan Allah, baiklah kita mengetahui terlebih dahulu prasyaratnya, yakni hidup tidak bercela.

Ayat Pendukung: Mzm. 69:2-6, 31-37; Kej. 17:1-13; Rm. 4:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Check dan Recheck
    Yohanes 7:40-52
    “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukannya?” (Yohanes 7:51)...
  • Ungkapan Syukur: Memberi Yang Terbaik
    Keluaran 23:14-19
    Yang terbaik dari buah sulung tanahmu haruslah kaubawa ke Rumah TUHAN, Allahmu….(Keluaran 23:19a ) Urusan memberi persembahan tentu bukan...
  • Hidup Dalam Taurat Tuhan
    Mazmur 19
    Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mazmur 19:8)...
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...