Hidup Tidak Bercela

Kejadian 17:1-13

Belum ada komentar 986 Views

“Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela … Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.” (Kej. 17:1, 7)

Perjanjian adalah hal yang lazim dalam kehidupan kita. Misalnya, perjanjian kerja, perjanjian nikah, perjanjian kredit. Perjanjian semacam itu merupakan tanda bukti bahwa kita mau mengikatkan diri pada isi perjanjian.

Ketika Allah bermaksud membuat perjanjian dengan Abraham untuk mengikatkan diri-Nya menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya, Allah mengatakan, “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” Allah menegaskan terlebih dahulu apa yang menjadi prasyarat perjanjian-Nya, bahwa Abraham dan keturunannya harus bersedia hidup dengan tidak bercela. Allah tidak mengatakan bahwa kata-kata, atau sikap, atau perilaku Abraham harus tidak bercela, melainkan keseluruhan hidupnya tidak boleh bercela. Prasyarat Allah memang berat, tetapi itulah yang dikehendaki Allah. Sebab, perjanjian-Nya bukanlah perjanjian murahan. Persoalannya, apakah kita bersedia berkomitmen untuk memenuhinya atau tidak?

Bisa jadi, kita merasa heran ketika mendengar atau melihat orang yang melakukan aksi bom bunuh diri. Tetapi pernahkah kita bertanya adakah orang Kristen yang mempunyai militansi semacam itu? Bukan dalam arti berani membunuh demi iman, tetapi berani mati demi iman. Inilah yang diharapkan Allah, lebih dari semua yang lain. Tidak menjadi masalah jika kita tidak hafal Doa Bapa Kami atau nama murid-murid Yesus, yang penting ialah kita bersedia untuk hidup tidak bercela, dengan militansi yang tinggi sebagai para pengikut Kristus. Itulah prasyaratnya. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Sebelum kita mengikatkan diri dalam perjanjian dengan Allah, baiklah kita mengetahui terlebih dahulu prasyaratnya, yakni hidup tidak bercela.

Ayat Pendukung: Mzm. 69:2-6, 31-37; Kej. 17:1-13; Rm. 4:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memang Tuhan Allah Kurang Tinggi?
    Mazmur 99
    Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, sujudlah menyembah pada tumpuan kaki-Nya! Dialah yang kudus! (Mazmur 99:5) Si kecil Tina bertanya kepada...
  • Apa Yang Kita Cari?
    Yohanes 6:25-35
    Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu...
  • Pemberontakan Versus Kasih Setia
    Keluaran 33:1-6
    “Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, … Kamu akan masuk ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu....
  • KEBENARAN: Jalan Yang Sempit
    Mazmur 97
    Hai orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan...
  • Menyambut Undangan Perjamuan
    Matius 22:1-14
    Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Karena itu, pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan...