Hidup Tidak Bercela

Kejadian 17:1-13

Belum ada komentar 988 Views

“Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela … Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.” (Kej. 17:1, 7)

Perjanjian adalah hal yang lazim dalam kehidupan kita. Misalnya, perjanjian kerja, perjanjian nikah, perjanjian kredit. Perjanjian semacam itu merupakan tanda bukti bahwa kita mau mengikatkan diri pada isi perjanjian.

Ketika Allah bermaksud membuat perjanjian dengan Abraham untuk mengikatkan diri-Nya menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya, Allah mengatakan, “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” Allah menegaskan terlebih dahulu apa yang menjadi prasyarat perjanjian-Nya, bahwa Abraham dan keturunannya harus bersedia hidup dengan tidak bercela. Allah tidak mengatakan bahwa kata-kata, atau sikap, atau perilaku Abraham harus tidak bercela, melainkan keseluruhan hidupnya tidak boleh bercela. Prasyarat Allah memang berat, tetapi itulah yang dikehendaki Allah. Sebab, perjanjian-Nya bukanlah perjanjian murahan. Persoalannya, apakah kita bersedia berkomitmen untuk memenuhinya atau tidak?

Bisa jadi, kita merasa heran ketika mendengar atau melihat orang yang melakukan aksi bom bunuh diri. Tetapi pernahkah kita bertanya adakah orang Kristen yang mempunyai militansi semacam itu? Bukan dalam arti berani membunuh demi iman, tetapi berani mati demi iman. Inilah yang diharapkan Allah, lebih dari semua yang lain. Tidak menjadi masalah jika kita tidak hafal Doa Bapa Kami atau nama murid-murid Yesus, yang penting ialah kita bersedia untuk hidup tidak bercela, dengan militansi yang tinggi sebagai para pengikut Kristus. Itulah prasyaratnya. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Sebelum kita mengikatkan diri dalam perjanjian dengan Allah, baiklah kita mengetahui terlebih dahulu prasyaratnya, yakni hidup tidak bercela.

Ayat Pendukung: Mzm. 69:2-6, 31-37; Kej. 17:1-13; Rm. 4:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...
  • Melakukan Karena Mencintai
    Mazmur 119:41-48
    Aku menggemari perintah-perintah-Mu yang memang kucintai. (Mazmur 119:47) Masih ingatkah ketika Saudara jatuh cinta kepada seseorang? Ketika sedang jatuh...