Hidup Berkenan Kepada Allah

Roma 8:1-8

Belum ada komentar 144 Views

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. (Rm. 8:8)

Dalam film “Hotel Mumbai,” Kepala Koki mengajarkan sebuah semboyan yang harus dipegang oleh anak buahnya, “Tamu adalah Dewa.” Sebagai penerapan atas semboyan itu, Kepala Koki mengecek secara detail penampilan para pramusajinya, mulai dari pakaian, kebersihan kuku, hingga sepatu. Pramusaji harus tampil prima ketika menyajikan makanan atau minuman dan ketika berhadapan langsung dengan tamu hotel. Tujuannya ialah tamu merasa puas ketika menginap dan makan di hotel tersebut. Rasul Paulus mengirim surat kepada jemaat di Roma. Di dalam suratnya, Ia menasihati mereka supaya hidup dalam Roh, bukan dalam daging.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa mereka telah ditebus oleh Kristus dan menjadi merdeka dari hukum dosa dan maut. Sebagai orang yang sudah diselamatkan, semestinyalah mereka menjaga dan menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah. Paulus juga memperingatkan mereka bahwa keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah damai sejahtera.

Penampilan penting, tetapi bukan hanya tampilan fisik atau lahiriah. Yang lebih penting adalah penampilan kehidupan kita di hadapan Allah. Allah tentu bukan memperhatikan penampilan lahiriah kita, tetapi hati dan perbuatan kita. Orang lain bisa saja tertipu dengan penampilan lahiriah kita, tetapi Allah tidak. Mari membangun dan menampilkan kehidupan yang dipimpin Roh; kehidupan yang berkenan kepada Allah dan membawa damai sejahtera bagi sesama! [Pdt. Firmanda Tri Permana]

REFLEKSI:
Allah adalah Raja atas kehidupan. Sepatutnyalah kita tampil baik di hadapan-Nya, yakni hidup membawa damai sejahtera.

Ayat Pendukung: Mzm. 29; Yes. 1:1-4, 16-20; Rm. 8:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bahagia Karena Menemukan Makna
    Matius 13:10-17
    Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16) Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam...
  • Kasih Bagi Yang Rentan
    Yeremia 49:7-11
    “Tinggalkanlah anak-anak yatimmu, Aku akan menghidupi mereka; biarlah janda-jandamu menaruh kepercayaan pada-Ku!” (Yeremia 49:11) Seorang konglomerat besar yang merasa...
  • Tidak Sendirian
    Mazmur 142
    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6) Semua orang, dalam...
  • Bukan Sekadar Mengaminkan
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Yang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada...
  • Tidak Tinggal Dalam Gelap
    Yohanes 12:44-50
    Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan....