Hadiah Allah

Matius 20:1-16

Belum ada komentar 337 Views

“Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.” (Mat. 20:14)

Sebuah stasiun TV pernah menayangkan acara “Bedah Rumah.” Rumah tidak layak huni dibuat menjadi layak dan nyaman ditempati. Biaya perbaikan ditanggung sponsor yang tidak dikenal oleh pemilik rumah. Renovasi itu menjadi hadiah. Gratis dan tidak ada imbalan apa pun.

Anugerah Allah kepada manusia ibarat hadiah Bedah Rumah tersebut, diberikan dengan cuma-cuma. Hal ini digambarkan melalui perumpamaan yang kita baca. Perumpamaan ini hendak menjelaskan tentang Kerajaan Surga. Allah diumpamakan sebagai tuan pemilik kebun anggur yang membayar upah kepada para pekerjanya berdasarkan kesepakatan yang adil, yaitu satu dinar sehari. Baik pekerja yang mulai bekerja jam 9 pagi, 12 siang, 3 sore, dan 5 sore mendapatkan bayaran yang sama, yakni 1 dinar. Hal ini hendak menggambarkan nilai-nilai Kerajaan Surga didasarkan pada anugerah kemurahan Allah, bukan pada hitungan matematika. Kerajaan Surga tidak dapat diukur dari kerja keras atau prestasi seseorang; Kerajaan Surga tidak dapat dibeli dengan apa pun. Perumpamaan ini hendak mengatakan bahwa prestasi iman seseorang bukanlah menjadi faktor penentu karunia Allah.

Hari ini kita diingatkan akan keberadaan kita, bahwa kita adalah umat yang berdosa dan tidak layak, namun kita dilayakkan karena belas kasih Allah. Allah bermurah hati kepada kita sehingga memberi hadiah keselamatan. Itu bukan usaha kita. Maka, hiduplah dalam ketaataan, saksikan kebaikan Tuhan, bukan untuk memperoleh hadiah keselamatan, namun karena kita sudah menerima anugerah dari-Nya. [Pdt. Norita Yudiet Tompah]

REFLEKSI:
Manusia yang tidak layak dilayakkan Allah, bukan karena prestasi imannya, namun karena belas kasihan dan anugerah-Nya.

Ayat Pendukung: Kel. 16:2-15; Mzm. 105:1-6, 37-45; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...