Dekat, Tapi Malah Ditolak

Lukas 4:21-30

Belum ada komentar 86 Views

Kata-Nya lagi, ” Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Tidak ada nabi yang diterima di kampung halamannya. (Lukas 4:24)

Tidak semua dari kita benar-benar mengenal warga yang tinggal di sekitar rumah kita. Kadangkala kita baru mengenal tetangga, setelah bertemu di suatu acara. “Loh, rumah kita ternyata satu komplek, ya!” Mungkin kita sering mengalami momen tersebut.

Kehadiran Yesus memang fenomenal pada masanya dan bagi orang-orang yang menyaksikan-Nya. Fenomenal sebab baik perkataan maupun perbuatan Yesus kerap tidak biasa atau bahkan bertentangan dengan kebiasaan saat itu. Pada ayat 22 juga tertulis: “… dan mereka heran perkataan penuh rahmat yang diucapkan-Nya….” Hal ini juga yang membuat sekelompok orang tidak menyukai-Nya, bahkan marah kepada-Nya (ay. 28). Itulah sebab Yesus mengatakan bahwa nabi sulit diterima di kampung halamannya sendiri. Perkataan ini menunjuk pada diri-Nya yang saat itu sedang berada di Nazareth. Kemudian Yesus mengambil contoh Elia yang justru menyembuhkan janda di Sarfat dan Elisa yang menyembuhkan Naaman di Siria. Hal ini menegaskan bahwa pelayanan Yesus justru menjangkau tempat dan orang-orang yang tidak terjangkau. Penolakan yang diterima Yesus di kampung halamannya tidak menjadi hambatan bagi-Nya untuk berkarya lebih luas.

Pernahkah kita merasa tidak nyaman saat berada di lingkungan terdekat, misalnya di tengah keluarga maupun dalam lingkup pertemanan? Mungkin ada momen di mana kita justru merasa asing di kampung halaman sendiri. Kisah ini mengingatkan bahwa jika kita belum diterima di kampung halaman sendiri, kita tidak perlu merasa minder atau patah semangat, sebab mungkin Allah sedang menyiapkan kita untuk berkarya di lingkup yang lebih luas lagi. [Pdt. Yosafat Simatupang]

DOA:
Ya Bapa, kiranya kami tetap bersemangat untuk berkarya, walaupun kami tidak disukai oleh orang-orang terdekat kami. Amin.

Ayat Pendukung: 1 Raj. 17:8-16; Mzm. 56; 1 Kor. 2:6-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • JANGAN LENGAH
    Matius 24:36-44
    “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga’.’ (Matius 24:44)...
  • Belajar Percaya Penuh
    Kejadian 6:11-22
    Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22) Dalam pergaulan dan komunikasi...
  • Kecenderungan Hati
    Kejadian 6:1-10
    TUHAN meiihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segaia kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5) Dalam...
  • Doa Bagi Indonesia
    Mazmur 122
    Berdoalah untuk damai sejahtera Yerusalem, “Kiranya orang-orang yang mencintaimu hidup sentosa’.’ (Mazmur 122:6) Apakah Saudara bangga menjadi orang Indonesia?...
  • Dikagumi dan Dibenci
    Yesaya 60:8-16
    Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak dilalui seorang pun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi...