Berkat Orang Berhikmat

Mazmur 128

Belum ada komentar 119 Views

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm. 128:1)

Orang berhikmat tidak identik dengan orang yang memiliki gelar kesarjanaan. Titel bukan jaminan. Orang berhikmat pun tidak ditakar dari segi usia, seakan-akan semakin tua semakin berhikmat. Tidak! Orang yang takut Tuhan adalah orang yang berhikmat. “Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat,” kata Amsal.

Pemazmur dalam nyanyian ziarah, lebih jauh menyatakan bahwa orang yang takut TUHAN adalah orang yang berbahagia. Bahagia bukan karena harta atau takhta, tetapi karena Tuhan yang disegani dan diikuti jalan-jalan-Nya. Mengikuti jalan-jalan Tuhan ini sama dengan membuka berkat-berkat yang akan turun dari langit-Nya. Tak perlu dikejar-kejar. Sebab, berkat-berkat itu selalu ada di jalan-jalan-Nya. Hasil jerih payah di jalan Tuhan itu tidak sia-sia. Kebutuhan hidup tercukupi. Keluarga hidup dengan rukun dan damai. Istri seperti pohon anggur, dan anak-anak seperti pohon zaitun. Manis dan harum sekali kehidupan orang-orang berhikmat atau mereka yang takut akan Tuhan. Umur panjang pun menjadi bagian mereka.

Jika kita ingin menikmati berkat-berkat itu, maka kita harus berpaut pada sang sumber berkat dan mengikuti jalan-jalan-Nya. Firman-Nya direnungkan, kehendak-Nya dilakukan. Bayangkan jika perangai pasangan dan anak kita manis dan harum seperti anggur dan zaitun. Alamak! Kehidupan keluarga menjadi begitu indah. Kita pun menjadi orang-orang dan keluarga yang berbahagia karena kita takut dan mengikuti Tuhan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Rumus bahagia itu sederhana. Hasrat dan sikap egois kitalah yang menjauhkannya. Asal turut jalan-Nya, kita bahagia selamanya!

Ayat Pendukung: Mzm. 128; Pkh. 5:1-20; Yoh. 8:21-38
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Saksi Kebangkitan
    Lukas 24:44-53
    Kamulah saksi-saksi dari semuanya ini. (Lukas 24:48) Banyak kisah pekabaran Injil yang membuat kita terkesima. Para penginjil rela meninggalkan...
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...