Hadirnya Kebenaran

Hadirnya Kebenaran

Belum ada komentar 25 Views

Pandangan manusia terhadap sebuah perubahan sangat pesimis. Situasi buruk yang dihadapi sekian tahun lamanya dapat membuat orang kehilangan pengharapan dan kepercayaan bahwa keadaan dapat berubah menjadi lebih baik. Orang kemudian beradaptasi dengan situasi tersebut dan menerimanya menjadi keadaan yang tidak dapat diubah. Setiap bentuk usaha untuk berubah dianggap sebagai tindakan yang sia-sia. Situasi ini banyak kita jumpai di sekitar kita ketika penderitaan begitu lekat dalam hidup dalam kurun waktu yang lama dan tidak ada kejelasan kapan semua akan berlalu.

Sang Mesias yang dipimpin oleh Roh Allah dalam ketaatannya (bacaan minggu lalu) membawa perubahan dalam hidup yang kacau. Sang Mesias yang hidup dalam pengenalan akan Allah, membuat bumi pun penuh dengan pengenalan akan Tuhan. Pengenalan akan Tuhan yang membuat keadaan menjadi baik dan damai (ayat 6-10). Apa yang digambarkan Yesaya menjadi sebuah kiasan untuk menyampaikan bahwa situasi damai sejahtera akan hadir secara sempurna. Inilah pengharapan ekskatologis kita, pengharapan yang kita letakkan dalam kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Pada masa adven ini kita tidak menantikan bayi Yesus yang lahir bagi dunia tetapi kita menantikan kedatangan Yesus, Sang Mesias yang kedua kalinya yang akan menyempurnakan segalanya. Pengharapan yang membuat kita memiliki semangat untuk terus berjuang menyatakan kebenaran dalam pimpinan Roh Allah.

Dengan pengharapan dan perjuangan iman dalam pimpinan Roh Kudus, tidak ada usaha yang sia-sia untuk membuat perubahan. Kehadiran Syalom kita mulai dari sekarang dengan menyatakan kebenaran !

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...