Namun, Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14:26)
Seorang pendaki tersesat di tengah kabut gunung. GPS rusak, peta hilang. Ia hampir putus asa hingga muncullah seorang pemandu lokal yang mengenal medan. Dengan sabar, si pemandu menunjukkan jalan. Tanpa banyak kata, ia menjadi penolong yang setia sampai ke tempat aman.
Yesus tahu bahwa para murid akan menghadapi ketakutan, kehilangan, dan kekacauan saat la pergi. Dalam Yohanes 14, Yesus sedang menenangkan hati murid-Nya di ruang perjamuan terakhir. la berjanji: “Bapa akan mengutus Penolong dalam nama-Ku, yaitu Roh Kudus.” Ayat 26 menyoroti dua peran utama Roh Kudus yaitu mengajar dan mengingatkan. Sesungguhnya Roh Kudus tidak hanya menemani, tetapi menghidupkan firman Tuhan dalam diri kita. la berbicara melalui hati nurani, firman, doa, dan bahkan dalam keheningan. la setia menolong dan menuntun kita pada kebenaran. Roh Kudus adalah Penolong yang tinggal di dalam diri kita. la tidak hanya memberi penghiburan, tetapi mengarahkan dan menguatkan kita dalam kebenaran. Dalam kelemahan kita, Roh Kudus memberi kekuatan untuk tetap setia dan sabar.
Marilah kita menghargai kehadiran Roh Kudus dengan taat mendengarkan dan melakukan tuntunan-Nya. Pada saat bimbang, jangan terburu-buru mengambil keputusan. Berdoalah dan dengarkan bimbingan Roh Kudus. Di dunia yang penuh aneka macam suara, marilah belajar mendengar dan menaati suara Roh Kudus. Itulah jalan damai sejati. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, terima kasih atas Roh Kudus yang setia menolong dan menuntun kami. Ajarlah kami peka dan taat pada suara Roh-Mu. Amin.
Ayat Pendukung: Ayb. 39:26-40:5; Mzm. 29; Yoh. 14:25-26
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.