Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. (Mazmur 29:4)
Bayangkanlah sebuah kapal kecil di tengah laut lepas. Awan gelap menutup langit, ombak mengamuk, petir menyambar, dan angin menerjang keras. Para pelaut panik, berusaha bertahan. Namun di tengah kekacauan itu, kapten berdiri tenang. Ia mendengar suara dari radio, sebuah panduan dari menara kendali yang memberi arah dan harapan. Demikian juga hidup kita. Di tengah badai, suara Tuhan menjadi panduan yang menenangkan.
Mazmur 29 adalah nyanyian pujian Daud tentang kemuliaan TUHAN yang terlihat dalam kekuatan alam. Ayat 4 menyatakan: “Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.” Dalam konteks Israel kuno, badai dilihat sebagai manifestasi kuasa ilahi. TUHAN bukan hanya Pencipta, tetapi hadir dalam gejolak ciptaan, menyatakan kemuliaan-Nya bahkan melalui badai. TUHAN tidak berdiam dalam badai. la bersuara kuat, penuh wibawa, juga menguatkan dan meneguhkan. Suara-Nya mengalahkan kegaduhan dunia dan mengarahkan kita pada damai-Nya yang sejati.
Marilah kita terus mengimani bahwa di tengah badai, suara Tuhan tidak membentak ketakutan kita. la menenangkan jiwa yang percaya. Ketika hidup terasa bergolak oleh tekanan, kehilangan, atau ketidakpastian, carilah suara Tuhan. Bukalah Alkitab, berdoalah, dan dengarkan suara Tuhan. Jangan lari dari badai, karena justru di sanalah Tuhan mengajar dan menyatakan kuasa-Nya. Serahkan diri kepada-Nya dan ikutilah suara-Nya. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, dalam gemuruh badai, bisikkan damai-Mu. Kuatkan kami hingga badai reda dan iman bertumbuh. Amin.
Ayat Pendukung: Ayb. 38:39-39:12; Mzm. 29; 1 Kor. 12:1-3
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.