Siapa yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir sungai-sungai air hidup.” (Yohanes 7:38)
Rudi, 55 tahun, mengalami penyempitan pada pembuluh arteri kaki kirinya. Penyempitan pembuluh darah arteri tersebut disebabkan oleh pola hidup Rudi yang tidak sehat. Dokter menyarankan Rudi untuk berhenti merokok dan menjalani pola makan sehat. Karena ingin sembuh, Rudi menjalani setiap nasihat dan pengobatan dari dokter dengan tekun.
Bacaan kita hari ini berlatar belakang peringatan Hari Raya Pondok Daun (Sukkot) yang berlangsung selama tujuh hari untuk mengenang pengembaraan bangsa Israel di padang gurun. Pada hari terakhir, umat bersorak-sorai sambil memohon turunnya hujan sebagai pemeliharaan Allah. Pada hari itu pula dilakukan penimbaan air dari Kolam Siloam. Pada saat itulah Yesus mengajarkan tentang air hidup, yaitu Roh Kudus, yang akan mengalir di dalam diri setiap orang yang percaya kepada-Nya. Yesus menunjukkan sumber hidup yang sejati, yakni Roh Allah sendiri, bukan lagi air dari Kolam Siloam.
Penting bagi orang percaya untuk memastikan bahwa di dalam dirinya mengalir sungai air hidup, yaitu Roh Allah yang memelihara. Jika spiritualitas terganggu, dampaknya dapat meluas, seperti tidak menghargai tubuh sebagai anugerah Allah, sulit mengampuni hingga memelihara dendam, dan sebagainya. Sebaliknya, dengan mengalirnya air hidup di dalam hati, Roh Kudus memampukan dan menuntun kita melakukan berbagai kebaikan. Maka, pertanyaannya adalah, “Mengalirkah airmu?” [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Seperti aliran darah yang terhenti karena sumbatan, begitu juga hidup kita akan lumpuh bila hati kita tersumbat oleh dosa atau kepahitan.
Ayat Pendukung: Bil. 11:24-30; Mzm. 104:24-34, 35b; Yoh. 7:37-39
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.