“Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan Kerajaan bagi Israel? ” Suara itu terdengar mengiba, tertulis di Kisah Para Rasul 1:6. Kondisi Israel yang sedang dijajah, tak punya kekuatan untuk membebaskan dirinya. Suara itu adalah permohonan para murid, kepada Yesus yang mereka tahu punya power, ditengah mereka yang powerless. Sebuah permohonan yang sangat wajar. Tetapi Yesus tidak menjawab mau atau tidak. Ia menyatakan bahwa para murid tak perlu tahu masa dan waktu yang ditetapkan Bapa menurut kuasa-Nya. Lalu, Yesus mengembalikan bagian para murid, ”Tetapi, kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu… ” Yesus melanjutkan bahwa para murid akan menjadi saksi di kerajaan Israel itu bahkan sampai ke ujung bumi. Wah, berarti masih harus menghadapi penderitaan dong?
Penderitaan telah menjadi bagian hidup kita manusia. Dalam banyak hal manusia mengalami penderitaan. Baik lingkup pribadi, maupun secara komunal. Musabab manusia mengalami penderitaan pun macam-macam, termasuk karena mengikut Kristus seperti yang tercatat di 1 Petrus. Tetapi, meski memohon dan mengiba, dalam leksionari hari ini kita melihat, memang Yesus tidak menghilangkan penderitaan, tetapi Dia meneguhkan para murid bahwa mereka akan mampu menanggung itu semua dengan satu kuasa Allah, yakni Roh Kudus. Lalu, di Yohanes 17:11 Yesus dengan penuh kasih mendoakan murid-murid-Nya, Yesus sungguh memahami keadaan mereka di dunia ini dan karena itu Ia memohon kepada Bapa ”…. Jagalah mereka dalam nama-Mu.”
“Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan Kerajaan bagi Israel? ” Suara yang terdengar mengiba itu apakah tak sanggup menggerakkan hati Yesus untuk dalam sekejap mengenyahkan penderitaan umat-Nya? Yesus mendengarkan permohonan para murid tetapi mengabulkannya dengan cara yang berbeda. Ia tak enyahkan penderitaan, tidak buang tantangan yang dihadapi para murid, tetapi Ia meminta Bapa memberi satu kuasa melalui Roh Kudus. Ia juga mendoakan dengan sungguh-sungguh supaya semua orang percaya, yang masih ada di dunia ini, yang masih bergelut dengan semua persoalan dunia ini, dijaga dan dipelihara Allah Bapa. Yesus yakin, semua murid-Nya mampu mengatasi semua penderitaan saat mereka menghadapinya dalam kuasa Roh Kudus dan saat penjagaan dari Allah ada di hidup mereka.
Hal yang sama bagi kita saat ini, mungkin kita juga kadang mengharapkan segala penderitaan dienyahkan dari hadapan kita. Tetapi, kenyataannya, kita masih bergumul terus dengan segala persoalan itu. Maka, hari ini biarlah kita mengingat bahwa Allah menjaga kita dan telah memberikan kuasa-Nya bagi kita menghadapi semua, kuasa-Nya itulah benteng yang teguh bagi kita menghadapi semua. Amin. (DM)




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.