Iman dan Pembaruan

Yesaya 65:17-25

Belum ada komentar 113 Views

“Sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.” (Yesaya 65:17)

“Iman tidak statis. Iman itu dinamis.” Pernyataan ini kerap kita dengar. Iman yang hidup memang terus bergerak, bertumbuh, dan melahirkan buah yang baik. Bahkan, iman menjadi dasar penggerak perubahan dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Suatu masyarakat dapat diubah oleh nilai-nilai iman sehingga menjadi semakin baik dan maju.

Yesaya, dalam visinya, memperlihatkan bahwa Allah sendiri adalah aktor utama perubahan dan pembaruan. Israel yang lama, yang menderita di pembuangan, dituntun-Nya untuk pulang kembali ke negerinya. Allah menciptakan langit baru dan bumi baru. Di situ tidak ada lagi ingatan akan hal-hal yang buruk dan jahat. Bahkan, niat jahat di hati tidak akan timbul. Artinya, Allah mentransformasi pusat kesadaran mereka, yaitu hati dan ingatan atau akal budi. Allah menganugerahkan lingkungan yang baru, yaitu lingkungan yang penuh dengan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian. Dengan mengimani Allah yang memiliki visi dan tindakan seperti ini, Israel dipanggil untuk mengusahakan syalom Allah dalam keseharian.

Iman kepada Allah memiliki kekuatan yang menggerakkan kita secara dinamis untuk mengupayakan perubahan dan pembaruan. Karena itu, orang beriman tidak boleh anti perubahan. Justru orang beriman diajak untuk secara proaktif mewujudkan perubahan agar damai sejahtera terwujud, baik secara pribadi maupun sosial. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Syalom itu harapan, dan tindakan iman membawa kita ke sana. Jadi, orang beriman tidak bisa pasif berdiam. Ia berbuat demi perubahan.

Ayat Pendukung: Yes. 65:17-25; Mzm. 128; Rm. 4:6-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...