Jangan Ajak Bicara Orang Yang Mabuk

1 Samuel 25:36-42

Belum ada komentar 87 Views

… Hati Nabal riang gembira dan ia mabuk sekaii. Perempuan itu pun tidak menceritakan apa-apa kepadanya sampai fajar menyingsing. (1 Samuel 25:36)

Ada nasihat bijak yang mengatakan bahwa jika kita hendak membicarakan hal penting atau serius, kita perlu memperhatikan waktu, tempat, dan cara yang tepat. Umumnya, orang berpendapat bahwa waktu terbaik untuk berbicara dengan orang lain adalah saat orang tersebut sedang merasa senang dan senggang, sehingga ia akan lebih mudah diajak berbicara.

Kita belajar dari Abigail tentang bagaimana mengajak bicara pasangan kita atau orang lain. Abigail mengetahui saat yang tepat untuk berbicara kepada Nabal, suaminya. Ia tidak berbicara saat suaminya sedang riang gembira, juga tidak berbicara saat suaminya sedang mabuk berat. Mabuk di sini berarti berbuat di luar kesadaran atau lupa diri. Abigail ingin menyampaikan kisahnya saat Nabal dalam keadaan sadar penuh, tidak mabuk. Abigail pun memilih waktu pagi hari untuk berbicara dengan Nabal, yaitu ketika pikirannya segar dan jernih. Meskipun Nabal terkejut dengan kisah yang diceritakan istrinya, ia mendengarkannya dengan sadar dan pikiran yang segar.

Sering kali, kita mengajak bicara atau menceritakan hal penting tanpa memperhatikan kesiapan orang yang kita ajak bicara. Kesiapan di sini ditandai dengan pikiran yang segar serta dalam kondisi yang baik, sehat, dan sadar. Mari kita terapkan cara Abigail ini. Ajaklah orang lain bicara saat pikirannya segar dan sadar. [Pdt. Em. Dianawati S. Juwanda]

DOA:
Tuhan, ajarlah kami untuk peka akan kesiapan orang yang akan kami ajak bicara. Kami mau sabar menunggu kesiapannya. Amin.

Ayat Pendukung: 1 Sam. 25:36-42; Mzm. 57; Luk. 22:39-46
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...
  • Akulah Domba-Nya, Itu Cukup Bagiku
    Mazmur 23
    TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia percaya kepada sang...
  • Mukjizat Terbesar
    Yohanes 21:1-14
    Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”...
  • Memilih Hikmat, Memilih Kehidupan
    Amsal 8:32 - 9:6
    “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan kepadanya. Tetapi, siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang...