Tunggu Pulih

Bilangan 12:1-15

Belum ada komentar 52 Views

Lalu Miryam dikucilkan di luar perkemahan selama tujuh hari, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali. (Bilangan 12:15)

Jika ada orang yang bersalah kepada kita, kita sering kali ingin agar Tuhan menghukumnya. Jika Tuhan tidak segera menghukumnya, kita cenderung mengambil tindakan sendiri untuk menghukumnya. Bahkan, kita mungkin memutuskan untuk tidak mau lagi berurusan dengannya.

Namun, Allah tidak bersikap demikian. Miryam dihukum karena bersalah mencela Musa, hamba yang diurapi TUHAN. Allah mengampuni Miryam atas permohonan Musa, tetapi tetap memberikan pelajaran kepadanya. Allah menyatakan keadilan-Nya: siapa pun yang bersalah harus menanggung akibat dari kesalahannya. Miryam ditimpa penyakit kusta dan harus dikucilkan di luar perkemahan selama tujuh hari sampai sembuh. Bangsa Israel pun menunggu Miryam hingga ia sembuh, baru kemudian melanjutkan perjalanan. Walaupun dikucilkan karena kesalahannya, Miryam tidak ditinggalkan. Setelah Miryam pulih dan menyelesaikan hukumannya, Bangsa Israel bergerak maju bersama tanpa mempersoalkan kesalahannya lagi.

Memaafkan juga berarti melupakan dan menganggap kesalahan itu seolah-olah tidak pernah ada. Sikap inilah yang seharusnya kita miliki, terutama terhadap anggota keluarga. Orang yang bersalah kepada kita memang harus menanggung akibat dari perbuatannya, tetapi kita tidak boleh bersukacita saat melihatnya dihukum Tuhan. Sebaliknya, kita harus memaafkan, sabar menunggu proses pemulihannya, dan tidak membicarakan lagi kesalahannya. Kita harus terus melangkah maju bersamanya. [Pdt. Em. Dianawati S. Juwanda]

DOA:
Tuhan, jadikanlah kami keluarga yang sehat dan saling sabar menunggu sesama anggota keluarga kami pulih dari kesalahannya. Amin.

Ayat Pendukung: Bil. 12:1-15; Mzm. 111; Luk. 5:12-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hidup Dalam Taurat Tuhan
    Mazmur 19
    Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mazmur 19:8)...
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....