Memilih Jalan Yang Benar

Yehezkiel 20:18-32

Belum ada komentar 69 Views

“… Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu, janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka, dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka.” (Yehezkiel 20:18)

Seorang bijak melihat anak-anak yang mengambil jalan hidup seperti ayah dan kakek-nenek mereka, yaitu jalan yang penuh bahaya mengarah pada kejahatan. Orang bijak ini merasa perlu memperingatkan mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Meskipun mereka memiliki kebebasan memilih, ia berharap mereka akan memilih jalan yang lebih baik.

Dalam Yehezkiel 20:18-32, TUHAN menegur umat Israel yang mengikuti jejak leluhur mereka dalam pemberontakan terhadap-Nya. TUHAN memperingatkan umat Israel untuk mengambil jalan yang berbeda dari ketidaktaatan leluhur mereka. Mereka harus memilih hidup sesuai dengan jalan TUHAN dan tidak mengulangi kesalahan generasi sebelumnya. Mereka diajak untuk memutus warisan kesalahan dengan memilih jalan hidup baru seperti yang TUHAN kehendaki.

Firman Tuhan ini mengingatkan kita akan pentingnya membuat pilihan yang berbeda dari kesalahan kita sendiri maupun generasi sebelumnya di masa lalu. Kita dipanggil untuk berani hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, terlepas dari godaan untuk mengikuti pola pikir dan pola hidup yang tidak memuliakan Dia. Keberanian sejati adalah memilih jalan yang benar dalam Tuhan, melepaskan warisan kesalahan dari masa lalu dan melangkah dalam kebijaksanaan yang baru. Mari dengan bijaksana berani memilih jalan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan. [Pdt Sri Agus Patnaningsih]

DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, melainkan terus bertumbuh dengan memilih jalan kebenaran-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yeh. 20:18-32; Mzm. 109:21-31; Why. 3:7-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...