Ketidakadilan Yang Terlihat

Ayub 24:1-8

Belum ada komentar 62 Views

“Mengapa Yang Maha Kuasa tidak menetapkan masa penghukuman dan mereka yang mengenal Dia tidak meiihat hari pengadilan-Nya?” (Ayub 24:1)

Dian adalah gadis berusia 12 tahun yang cerdas dan penuh semangat. Ia selalu berusaha melakukan yang terbaik di sekolah dan di rumah, berharap orangtuanya memberikan apresiasi kepadanya. Namun, ada satu hal yang selalu membuat hatinya sedih, yaitu perlakuan ayahnya yang berbeda terhadap dirinya dan adiknya, Ardi, yang berusia 10 tahun. Setiap kali Ardi melakukan kesalahan, ayahnya hanya menegur dengan lembut dan memaafkan dengan mudah. Tetapi, ketika Dian melakukan sedikit kesalahan, ayahnya sering kali menegurnya dengan keras dan memberi hukuman. Dian merasa tidak dicintai dan diperlakukan tidak adil.

Ayub, dalam perenungannya, melihat dengan jelas ketidakadilan di sekitarnya. Ada orang yang menggeser batas tanah dan merampas kawanan ternak milik orang lain. Ternak orang miskin diambil dan digadaikan, sehingga orang miskin semakin kesulitan dalam menghidupi diri. Dalam situasi yang tidak adil itu, wajar jika muncul pertanyaan tentang kekuasaan TUHAN: “Mengapa Allah tidak menghukum orang fasik yang berlaku tidak adil itu?” Namun, Ayub tetap percaya bahwa Allah akan bertindak (ay. 22-24).

Hari ini kita belajar dari Ayub. Walaupun sempat terpuruk, Ayub tetap peduli terhadap orang yang diperlakukan tidak adil. Sebagai orang Kristen, kita harus mengikuti teladannya dan berbuat adil, mulai dari keluarga. [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Jangan menunggu diperlakukan tidak adil untuk dapat memperjuangkan keadilan.

Ayat Pendukung: Ayb. 24:1-8; Mzm. 25:11-20; Yak. 2:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...