KEPASTIAN

Mazmur 20

Belum ada komentar 110 Views

Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. (Mazmur 20:8-9)

Kecenderungan manusia memang lebih mengandalkan hal-hal yang bersifat materiel, karena secara indrawi dapat dilihat, diraba, dipegang, dan dirasakan nyata keberadaannya. Maka banyak orang sangat percaya bahwa semakin banyak memiliki, semakin terjamin kehidupan dan masa depannya.

Mazmur 20 terdiri dari dua bagian yang berbeda. Bagian pertama, yaitu ayat 1-6, berisi harapan dan permohonan kepada TUHAN. Selanjutnya ayat 7-9 berisi keyakinan dan kepastian, lalu ditutup dengan permohonan. Bila Mazmur ini dipahami secara keseluruhan, maka ada kaitan erat antara harapan dan permohonan kepada TUHAN dengan kepastian di dalam TUHAN. Pemazmur hendak berbagi keyakinan bahwa harapan dan permohonan akan menjadi kepastian bila disertai dengan sikap yang mengandalkan TUHAN. Kepastian itu melebihi kepastian orang yang mengandalkan kereta perang maupun kuda yang perkasa. Orang yang mengandalkan Allah akan tetap berdiri tegak sedangkan mereka yang mengandalkan kereta dan kuda akan jatuh dan rebah.

Memang tidak mudah mengandalkan Allah yang tidak kelihatan. Namun justru di situlah letak kekuatannya. Apa yang kelihatan tidaklah kokoh kuat, tetapi yang tidak kelihatan justru kuat dan dahsyat. Tidak berarti lalu kita abaikan saja segala sesuatu yang kelihatan. Tentu tidak demikian. Kita boleh menggunakan apa yang kelihatan tetapi jangan menggeser Allah dalam kehidupan kita, karena seharusnya Allah menjadi andalan utama kita. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Kami mau menjadikan Engkau, ya Allah, sebagai andalan utama dalam kehidupan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Kel. 40:1-15; Mzm. 20; Ibr. 10:19-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...