Pujian Di Atas Kesesakan

2 Tawarikh 20:1-22

Belum ada komentar 81 Views

“… Janganlah kamu takut dan kecut hati karena pasukan yang besar ini, sebab bukan kamu yang berperang melainkan Allah.” (2 Tawarikh 20:15)

Di zaman sekarang ada sebuah fenomena di Negara Jepang yang disebut “Karoshi”, yaitu kematian akibat terlalu banyak bekerja. Saking mahalnya biaya hidup, biaya pendidikan anak, maupun tabungan untuk pensiun, banyak orang bekerja lembur hingga seratus jam per bulan. Jika mereka bekerja kurang dari itu, mereka tidak bisa menghidupi diri. Beban- beban inilah yang membuat manusia merasa restless dan hidup dalam kesesakan.

Sebagai raja, Yosafat rentan mengalami tekanan. Suatu hari ada laskar yang besar hendak menyerangnya. Yosafat sangat takut, tetapi ia memutuskan mencari TUHAN. Kemudian, ia merancang strategi yang unik yakni bukan mengirim prajurit terbaik untuk berperang, melainkan mengangkat orang- orang untuk menyanyikan nyanyian syukur bagi TUHAN. Di ambang hidup dan mati, di dalam kesesakan, rakyat Yehuda diminta Yosafat untuk memuji nama TUHAN. Mereka percaya medan pertempuran adalah milik TUHAN dan Ia yang akan memenangkan perang bagi mereka.

Saudara, adakah di antara kita yang sedang mengalami kesesakan hidup? Jika ada, ingatlah bahwa Tuhan semesta alam yang memiliki pertempuran kita dan yang akan memberi kita kemenangan. Tetaplah berdiri tegak, pujilah nama Tuhan di atas kesesakan. Memuji Tuhan di atas kesesakan menunjukkan iman kita bahwa, “Hai, Masalah! Aku punya Tuhan yang besar. Tak terbatas kuasa-Nya! la memberi kemenangan padaku!” Amin. [Pdt. Em. Meitha Sartika]

REFLEKSI:
Memuji Tuhan di atas kesesakan menunjukkan bahwa kita tidak berfokus pada masalah, tetapi pada besarnya kuasa Tuhan.

Ayat Pendukung: 2 Taw. 20:1-22; Mzm. 105:1-42; Luk. 13:22-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...