Menghidupi Firman, Menyahabati Allah

Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-15, 21-23

Belum ada komentar 130 Views

Indonesia dikenal sebagai negara yang religious, tetapi anehnya, index korupsinya tinggi. Para koruptor kalau tertangkap dan diadili, kebanyakan lalu tampil, dengan gaya busana yang mencerminkan symbol keagamaan. Hal ini menjelaskan apa yang diungkapkan dalam surat Yakobus. Ajaran agama hanya didengar, tetapi tidak dilaksanakan. Tidak diterapkan dalam hidup keseharian. (Yak. 1:22).

Surat Yakobus mengingatkan, bahwa ibadah yang murni, yang tak bercacat di hadapan Allah (dan tentu menyenangkan hati Allah) adalah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, berempati dengan mereka dan menolong mereka (Yak. 1:27).

Lalu apa yang terjadi dan kita lihat di social media? Orang yang flexing, memamerkan kekayaan dan kenikmatan hidup justru di tengah situasi masyarakat yang semakin sulit hidupnya. Kok tidak ada rasa empati dengan mereka yang susah ya? Dan anehnya, kebiasaan flexing ini justru diterima dan dipuja oleh kebanyakan masyarakat kita. Kita senang bisa melihat pameran segala kemewahan itu.

Di sinilah tema kita hari ini lalu menjadi menarik dan mengingatkan kita:

    1. Hidup beragama itu bukan sekedar rajin mendengar firman, rajin ibadah, tetapi bagaimana menerapkan firman yang kita dengar dalam hidup keseharian. Sudahkah kita belajar melakukannya? Atau kita segera melupakan firman itu seusai kita keluar dari gedung ibadah?
    2. Kita diingatkan bahwa ibadah yang murni itu adalah ketika kita mau berempati dan menolong mereka yang susah, bukan pamer segala kelebihan dan kekayaan di social media. Dan ternyata inilah yang disukai Allah, karena itu kalau kita mau menyahabati Allah (menjadi sahabat Allah) lakukanlah itu. Lakukanlah ajaran firman, hidupilah firman yang kita dengar!
    3. Mari kita terus menjaga perilaku kita, apa yang keluar dari diri kita, agar sesuai dengan ajaran Kristus. Berhati-hatilah dengan social media, agar kita dapat terus menyaksikan ajaran Kristus melalui hidup kita. Boleh bersosial media ketika itu menjadi sarana kita menyaksikan Kristus, dan bukan sekedar diri kita apalagi kelebihan dan kekayaan kita, di tengah situasi hidup yang semakin lama semakin sulit.

Hidupilah Firman dan engkau akan menjadi sahabat Allah! (RDJ)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...
  • Selagi Masih Siang
    Kejadian 29:1-14
    Lalu kata Yakub, “Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak. Berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah mengembalakannya...