Kemerdekaan yang Membebaskan

Roma 7:1-6

Belum ada komentar 117 Views

Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus…. (Rm. 7:4a)

“Tidak mau makan kalau tidak diingatkan ayang.” Tagline humor ini sempat menjadi perbincangan ramai di media sosial, khususnya bagi kalangan milenial. Di dalamnya termuat pesan ketergantungan pada orang lain untuk melakukan hal mendasar bagi kepentingannya sendiri, yakni makan. Namun, sikap seperti ini dalam realitanya masih ada yang memberlakukan. Sependek pengalaman pelayanan saya, ada jemaat yang memegang teguh model kebergantungan ini. Bahkan, ada nada patriarki yang kuat di sana. Jemaat tersebut hanya mau makan, bukan hanya jika diingatkan, tetapi harus diambilkan.

Sebagai rasul yang menguasai hukum agama Yahudi, Paulus mengajak jemaat di Roma untuk berubah. la menaruh perhatian kritis pada aturan kaku Taurat yang mematikan. Sudah saatnya agama keluar dari wajah muram yang penuh penghukuman. Iman kepada Kristus hendaknya dimaknai sebagai jalan yang memerdekakan. Hal ini tidak berarti hukum Taurat tak lagi diperlukan. Persoalannya terletak pada sikap hati yang diperbarui. Kekristenan dihayati bukan sebagai agama yang dipenuhi belenggu, melainkan jalan iman yang merdeka. Pengurbanan Kristus yang menyelamatkan sejatinya membebaskan manusia dari jerat dosa dan kematian.

Sebagai umat Kristus, kita diajak menebarkan spirit iman yang membebaskan. Hidup kekristenan dijalani dengan riang. Sehingga orang yang percaya kepada Kristus Sang Pembebas, mampu hidup menyebar inspirasi, pengampunan dan sukacita. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Hidup yang telah dimerdekakan melalui pengurbanan Kristus, menuntun kita untuk menghadirkan kegembiraan dan pengampunan.

Ayat Pendukung: Mzm. 1145:8-14; Za. 1:1-6; Rm. 7:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...