Kaum Marginal

Lukas 14:12-14

Belum ada komentar 89 Views

“Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.” (Luk. 14:13)

Kaum “marginal” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menunjuk pada orang-orang terpinggirkan dari kehidupan sosial yang ada di sebuah masyarakat. Yesus mendeskripsikan kaum marginal sebagai orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Mereka mengalami kondisi yang tidak menguntungkan dan tidak berdaya. Dalam praktik, mereka tidak memiliki akses untuk mencari nafkah, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas pendukung.

Dalam relasi sosial, kaum marginal sering dipandang sebelah mata. Mereka diabaikan. Kaum marginal sering tidak diingat sehingga tidak diundang manakala anggota keluarga, kerabat atau teman mengadakan perjamuan. Warga Kerajaan Allah harus berlaku sebaliknya. Kaum marginal wajib diperhatikan dan diundang pula. Kaum marginal tidak akan bisa membalas kebaikan yang diterimanya dengan apa yang ada padanya. Allah sendirilah yang akan membalas kebaikan dan kemurahan terhadap orang marginal.

Relasi sosial kita sering dibangun secara transaksional: apabila menguntungkan kita pedulikan. Kita melupakan satu aspek fundamental bahwa sesama bukanlah barang. Mereka adalah “wajah-wajah Kristus” yang terluka dan terabaikan. Dalam realitas, kaum marginal meliputi pula kelompok minoritas dan orang asing. Mereka juga membutuhkan sentuhan kasih, penghargaan dan keadilan. Sikap mengabaikan terhadap kaum marginal berarti mengabaikan kehadiran Kristus. Iman harus dipraktikkan dengan solidaritas sosial dengan mereka yang termarginalisasikan. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Kristus, buatlah kami memiliki kepekaan kepada setiap sesama yang termarginalisasikan dengan membantu dan memedulikan mereka. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 116:1-4, 12-19; Yes. 25:6-9; Luk. 14:12-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...