HIKMAT DI DALAM KETEKUNAN

Yakobus 1:2-8

Belum ada komentar 295 Views

… orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. (Yak. 1:8)

Penulis Surat Yakobus membuka surat ini dengan kalimat kontroversial. “Anggaplah kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,” tulisnya. Alih-alih menafikan pencobaan, penulis Surat Yakobus melihat pencobaan adalah metode, sarana, atau laksana ujian iman untuk menjadi matang. Yang lulus melewatinya akan memperoleh ketekunan.

Kesulitan memahami ajaran ini adalah pada pola pikir penulis surat. Bukankah dalam Doa Bapa Kami tertulis: “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan?” Bukankah normal jika manusia menolak dan menghindari pencobaan? Umumnya, seseorang menjadi hancur karena pencobaan. Banyak teman dan saudara yang pergi meninggalkan apabila melihat kita jatuh ke dalam pencobaan. Pencobaan dalam nas ini adalah pengalaman buruk, semisal: bujuk rayu, berselingkuh, bermain kotor, memanipulasi, tipu daya, berbuat curang. Pengalaman buruk tersebut membawa kenikmatan dan membuat seseorang terlena sehingga biasanya yang mengalaminya tak menyadari pengalaman buruk itu. Ketika sadar, ia sudah berada di dalam “jurang” kehancuran. Telat! Keluarga tercerai-berai, orang sudah tidak percaya lagi, dikejar-kejar hukuman.

Karena pengalaman buruk yang mencandukan itu, firman Tuhan menasihati: Mintalah hikmat kepada Tuhan. Hikmat atau akal budi menetapkan jalan kita sehingga tidak mendua hati. Pilihan kita mencabang antara kenikmatan semu dan usaha bersakit-sakit dalam memperjuangkan kemurnian. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ingatkan dan buatlah saya selalu sadar diri karena berjalan di titian penuh cobaan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:9-16; Kel. 20:1-21; Yak. 1:2-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...