Allah Mengampuni Orang yang Mengakui

2 Raja-raja 22:3-20

Belum ada komentar 85 Views

“… oleh karena engkau menyesal … di hadapan TUHAN … matamu tidak akan melihat segala malapetaka ….” (2Raj. 22:19-20)

Orang baik terbukti melalui sikap baiknya. Pikirannya tertuang untuk merancang perbuatan baik dan aksi kebaikan. Perasaannya tercurah dalam simpati, empati, dan belas kasih. Tenaganya terlihat di dalam tindakan baik. Namun, orang baik dapat terjatuh ke dalam dosa atau perbuatan buruk.

Raja Yosia, menurut penulis 2 Raja-raja, adalah orang baik. Ia memberikan “bantuan langsung tunai” [uang yang dikelola para imam] untuk membayar para tukang yang bekerja memperbaiki Bait Allah yang sudah rusak dan perlu renovasi. “Berikanlah uang itu kepada para tukang bangunan, tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan, sebab mereka bekerja dengan jujur,” demikian dipesankan Yosia melalui Safan. Ketika renovasi sedang berlangsung, para tukang menemukan gulungan kitab. Isi kitab itu menegur raja-raja dan rakyat Israel, bukan hanya Yosia, tentang dosa mereka kepada TUHAN. Yosia mungkin tidak bersalah, tetapi sejarah menyatakan ia termasuk di dalam keberdosaan kepada TUHAN. Karena itu, Yosia mengoyakkan pakaiannya dan segera meminta petunjuk Allah. Yosia mewakili rakyat dan para pemimpin Israel menyesali dosa kaum leluhur yang menentang TUHAN.

Banyak dosa yang kini menjadi luka batin bangsa kita. Ini terjadi karena kita tidak pernah mengakui kesalahan para pendahulu terhadap rakyatnya. Firman hari ini mengingatkan bahwa Allah berkenan akan sikap orang yang mengakui dan menanggung dosa historis. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Allah, ajarilah kami merendahkan diri di hadapan-Mu dengan mengakui perbuatan salah di masa lalu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:105-112; 2Raj. 22:3-20; Rm. 11:2-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...