STANDAR TUHAN

Mazmur 15

Belum ada komentar 103 Views

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mzm. 15:1)

Setiap orang membutuhkan standar untuk hidup. Karena itu, masing-masing orang mungkin akan membuat standar bagi dirinya. Akibatnya, standar yang satu bisa berbeda atau bahkan kontras dengan standar yang lain. Namun, apa standar yang memungkinkan kita bisa hidup bersama dengan lebih baik dari perspektif yang lebih tinggi atau Tuhan?

Daud mengajukan sebuah pertanyaan retoris lalu menjawab sendiri pertanyaan itu: “Siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?” Kalau kita bisa menumpang dalam kemah Tuhan, niscaya kita pun dapat hidup bersama sebagai anak-anak Allah di dalam dunia. Syarat atau standarnya adalah berpegang pada kebenaran dan keadilan. Apa rinciannya? Tidak menyebar fitnah, tidak berbuat jahat pada teman dan tetangga, mengapresiasi orang yang takut akan Tuhan, memegang komitmen walau rugi, dan tidak makan riba dan menerima suap. Ini standar yang diberikan, dan standar ini menjadi standarnya Tuhan; standar yang mengajak manusia untuk sebesar-besarnya membawa kebaikan bersama dan bagi orang lain.

Standar yang diberikan itu tentu baik untuk semua. Masing-masing orang tidak akan mempertentangkannya sebab tidak ada di antara kita yang ingin dijahati oleh orang lain. Walaupun standar itu bagi sebagian orang mungkin akan dinilai terlalu tinggi karena faktanya ada juga orang yang makan riba. Namun, itulah standar yang membuat kita hidup baik, bersahabat, dan terhormat. [Pdt. Hariman Pattianakotta]

REFLEKSI:
Standar Tuhan adalah ukuran untuk menakar kebermaknaan dan kebermanfaatan hidup kita. Dengannya harmoni akan tercipta.

Ayat Pendukung: Mzm. 15; Mi. 3:1-4; Yoh. 13:31-35
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...